Tuesday, September 01, 2009

Giganto


Setelah menunggu selama bertahun-tahun, akhirnya Novel Giganto, Primata Purba di Jantung Borneo, terbit juga. Penerbitnya Edelweiss, Lini penerbitan Iiman. Novel ini adalah novel fiksi ilmiah berlatar belakang palaentologi.

Kisahnya tentang ekspedisi pencarian untuk melacak keberadaan seorang peneliti orangutan yang hilang di rimba Kalimantan. Ternyata mereka harus berhadapan dengan makluk legenda purba yang menghantui rimba borneo selama ribuan tahun. Kini tim pencari itu bukan hanya harus menemukan sang peneliti, tetapi juga menyelamatkan diri dari serangan makluk raksasa misterius dari masa lalu.

Sinopsis bisa dibaca di:


12 comments:

condet said...

aku tertarik baca tapi nyari di toko buku online blm pada ada ya bozz?

koensetyawan said...

Bisa pesan lewat e-mail: imelnyanita@gmail.com. Terima kasih ya

greenhabit said...

Jyaaaahh potonye....CengDem cuuuy Goceng Adeemmm..

Hari Sabtu tgl 10 Okt aku mau ketemuan sama Amang dan Roos, mo ngomongin acara yg di PPS. Nanti aku ksh tau jam brp dan dimananya, mudah2an bisa ikut.

koensetyawan said...

Tanggal 10 aku ke Bandung

greenhabit said...

hyaaaa...yasudah tak apa. nanti tunggu updatenya aja dari aku yaaaa

koensetyawan said...

Sip. Aku udah nemu Palaentolognya nih. Orang Bandung dari museum Geologi.

Lely said...

Hai, salam kenal. Saya belum selesai baca novelnya (tinggal sedikit lg sih), tp dari awal saya sudah suka, cara anda menulis seolah-olah mampu membawa saya benar-benar berada di kedalaman hutan perawan Kalimantan, sejauh ini yang saya kenal tentang hutan Kalimantan hanyalah wana risetnya dan area perbukitan yg biasa dikunjungi oleh pecinta alam saja, begitu juga dengan giganto aka batututnya.

koensetyawan said...

Terima kasih ya sudah mengunjungi negeri Giganto. Ikuti terus novel saya.

DENI PURWANDANA said...

saya baru selesai baca giganto..sebetulnya saya ga kutu buku amat, akhir akhir ini aja sering baca buku..kebetulan saya berkecimpung di pelestarian Komodo, saya lulusan biologi juga (udayana)..salut sama karyanya, nunjukin bahawa orang biologi juga ga harus selalu berkutat dengan tulisan ilmiah yang penuh dengan analisa ilmiah, ststistik dll. menulis itu BEBAS..

koensetyawan said...

Terima kasih Mas Deni, semoga lebih banyak lagi orang biologi yang menulis novel

pandabermain said...

saya sdh selesaiii membaca giganto mas koen.. seruuu.. saya seperti bukan baca novel, tp kyk indiana jones..

salam kenal,
pandabermain

koensetyawan said...

Terima kasih. Salam kenal ya