Cahaya-cahaya Misterius Bernama Kemamang


"Di atas pohon itu, pada ketinggian 10 meter, mengambanglah sesuatu yang bulat, lebarnya 5 meter, bercahaya pendar berwarna biru. Ketika ia bergerak ke atas, tepi bagian atasnya menjadi rata. Dalam sekejab cahaya itu lenyap dari pandangan. Menurut penduduk sekitar cahaya itu adalah kemamang, sejenis makluk halus.Gejala cahaya lainnya adalah seperti api unggun yang meloncat-loncat yang dinamakan "obor setan". Ada pula gejala lainnya yang dari kejauhan seperti lampu petromaks, dan pada malam-malam tertentu beterbangan sampai ratusan..."
J Salatun, Perbukitan Gunung Lima, Sebelah Timur Pacitan, Jawa Timur, 1969.

Itu pengakuan salah satu pendiri LAPAN tentang pengalamannya bertemu kemamang. Ternyata di Brazil, fenomena ini juga berlangsung. Hanya bedanya para penduduk lokal percaya bahwa cahaya-cahaya itu adalah "para penjaga emas di perut bumi" atau Mothers of Gold.
Sumber: wikipedia

Novel ini adalah novel kedua setelah Giganto. Kali ini saya mengeksplore fenomena UFO dengan rasa tradisional. Penerbitnya Goodfaith, Jakarta.
Previous
Next Post »

7 comments

Click here for comments
murni ayu
admin
8:16 AM ×

hmmmmm, bagus nih
setting tempat'a di mana ia..?
ky di daerah kalimantan n pulau2 gitu

Reply
avatar
koensetyawan
admin
8:21 AM ×

Bukan. Settingnya di Gunung Lawu, perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur

Reply
avatar
Lely
admin
9:50 PM ×

Saya sudah baca bukunya, entah mengapa saya rasa bukunya sedikit "ringan". Buat saya masih lebih the best GIganto. Saat membaca Giganto saya bisa membayangkan tempat2 yg ada disana. Sedang untuk kemamang, saya merasa masih kurang greget. Coba mas koen memasukkan sedikit bahasa daerah yg digunakan di seting lokasi yg digunakan, jadi terasa lebih nuansa daerah pedesaan gunung lawu nya.
Sory lho mas ya, ini cuma pandangan saya sebagai penikmat buku. Tapi secara keseluruhan, setidaknya novel ini memiliki ide yang menarik ketimbang novel2 Indonesia akhir2 ini yg banyak mencontek ide2 novelis luar.
Tetap berusaha untuk menggali nuansa Indonesia dalam buku2 anda berikutnya.
Salam.

Reply
avatar
koensetyawan
admin
8:51 AM ×

Terima kasih sarannya. Saya setuju memang harus digali lagi lebih dalam. Semoga novel berikutnya lebih baik lagi.

Reply
avatar
GaL
admin
12:08 PM ×

Baru kali ini mampir ke blog ini...
Nicee
salam kenal

Reply
avatar
koensetyawan
admin
7:31 PM ×

Salam kenal juga

Reply
avatar
2:52 PM ×

artikel nya ga bikin bosen gan

sangat bagus dan menarik

Reply
avatar
Post a Comment
Thanks for your comment