Badak Sumatera Dari Cimahi



Lho kok? Maksudnya bukan badak sungguhan. Tapi patung badak yang dibuat di Cimahi. Pembuatnya siapa lagi kalau bukan kang Agus Abdurchim yang lebih dikenal sebagai Agus bonsai (karena juga penggemar bonsai). Kang Agus memang sedang getol-getolnya mengeksplorasi badak sumatera dan jawa. Kunjungan ke SRS di TN. Way Kambas beberapa bulan yang lalu membuat semangatnya terpompa. Dengan telaten Kang Agus membuat studi bagian-bagian tubuh badak sumatera dan perbandingannya dengan badak-badak lainnya di dunia. Buktinya, tanpa melihat fotonya pun, di acara Welcome Andalas, Kang Agus bisa dengan mudah menyelesaikan kepala badak sumatera. Patung kepala itupun diselesaikan dalam waktu singkat dan dalam keadaan mati lampu. Tepatnya saat berada di markas SRS dan Yayasan Badak Indonesia di kantor Planologi di jalan Juanda, Bogor. Kebetulan malam saat kami datang, lampunya mati. Dengan penerangan seadanya, Kang Agus menciptakan kepala badak sumatera yang anggun.

Di studionya yang centang perentang di Cibabat, Kota Cimahi, Kang Agus mereka berbagai pose badak. Bukan hanya badak sumatera, melainkan juga badak jawa, badak india, badak hitam dan badak putih afrika. Sayang karena tema di Bogor adalah badak sumatera, patung badak jawanya nggak sempat dipamerkan.untuk badak jawa, eksplorasi Kang Agus memang dilatarbelakangi oleh kegelisahan pada minimnya referensi foto badak jawa. Karena tingkat kesulitannya yang tinggi saat pengambilan gambar di Ujung Kulon, tak banyak foto badak yang terekam. Kebanyakan sumber referensi foto hasil bidikan Alain Compos. Tanpa bermaksud sirik pada kesuksesan Pak Alain, Kang Agus mencoba membuat pose lainnya dari badak jawa yang selama ini kurang terekspos. Hasilnya, pose badak jawa yang berbeda dengan referensi minimalis yang selama ini kita kenal. Rencana ke depan, Kang Agus dan teman-teman punya mimpi membuat patung badak raksasa di TN. Way Kambas.

Selain patung, Kang Agus juga coba bereksperimen dengan pisau. Pisau memang tak lagi sekedar dihargai kegunaannya sebagai alat pemotong, melainkan juga dianggap sebagai karya seni. Di tangan Kang Agus, pisau berbentuk badak pun terbentuk. Bukan gagang pisaunya yang berbentuk badak, melainkan mata pisaunyalah yang berbentuk kepala badak. Unik bukan? Kalau tertarik, silakan menunggu hasil akhirnya. Teman-teman SRS juga mulai banyak yang memesannya. Pasti nantinya akan lebih banyak variasi pisau badaknya. Dalam pameran Welcome Andalas pun, tak dinyana Kang Agus berhasil membujuk dan menularkan semangatnya bereksperimen pada bocah-bocah pengunjung pameran untuk berkotor-kotor ria membentuk tanah liat menjadi puluhan patung badak mungil. persis dengan moto sebuah sabun cuci: Kalau nggak kotor, nggak belajar namanya. Semoga eksplorasi kang Agus bisa menjadi nilai tambah dan menjadi bahan bakar yang membakar kepedulian kita dalam melestarikan badak Indonesia. Bravo Rhinoman!

Previous
Next Post »

3 comments

Click here for comments
httsan
admin
8:50 AM ×

Mas Koen, kang Agus memang suka bermain "kotor" dan menularkan ke orang lain, tapiiii kotor yang kreatif... Anak ku aja yg "jijik'an" dengan tanah bisa ikutan asik mbuat badak saat di Boquare...
: )

Reply
avatar
cilla
admin
5:54 PM ×

BoLeh minta nomer kontak atau aLamat Kang Agus tidak... Minta toLong emaiL aku di cilla_wikas@yahoo.co.id ya.. Makasih banget ya :)

Reply
avatar
cilla
admin
5:55 PM ×

BoLeh minta nomer kontak atau aLamat Kang Agus tidak... Minta toLong emaiL aku di cilla_wikas@yahoo.co.id ya.. Makasih banget ya :)

Reply
avatar
Post a Comment
Thanks for your comment