<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-31729609</atom:id><lastBuildDate>Fri, 16 Oct 2009 21:27:33 +0000</lastBuildDate><title>CoretCoret</title><description>Selamat datang di CoretCoret, tempat berbagai ide penulisan suka-suka lagi digodok. Yang penting asyik and happy.</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/</link><managingEditor>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>126</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-1670245199805081927</guid><pubDate>Tue, 13 Oct 2009 11:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-13T19:03:19.837+07:00</atom:updated><title>Teori Giganto-Bigfoot?</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/StRncK06XSI/AAAAAAAAAug/DgIPjv53cyE/s1600-h/Tintin_Cover_-_Tintin_in_Tibet.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 286px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/StRncK06XSI/AAAAAAAAAug/DgIPjv53cyE/s400/Tintin_Cover_-_Tintin_in_Tibet.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392048387509607714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Komik Tintin di Tibet, Tintin berpetualang ke Himalaya dan mengunjungi atap dunia untuk menyelamatkan sahabatnya, Chang. Pesawat yang ditumpangi Chang mengalami kecelakaan. Chang  ternyata diselamatkan  Yeti, primata  berambut  tebal yang menjadi mitos  di kalangan penghuni pegunungan tertinggi di dunia  itu.&lt;br /&gt;Mitos tentang makluk mirip kera dan manusia ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Di berbagai belahan dunia makluk ini dikenal dengan banyak nama, Yeren, bigfoot, sasquatch, ngui rung, orang pendek dan batutut. Ratusan orang mengaku masih menjumpainya di hutan-hutan atau daerah-daerah terpencil. Seringkali digambarkan berjalan tegak seperti manusia dengan wajah mirip kera dan rambut panjang.  Grover Kranz, seorang palaeoanthropolog dari Amerika Serikat percaya semua kepercayaan itu bermula dari  Gigantopithecus, primata terbesar yang tulang belulangnya ditemukan pertama kali oleh Gustav von Koenigswald di Cina. Tidak seperti kebanyakan orang yang menganggap makluk berambut misterius itu sebagai keturunan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Austrolophitecus&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Homo erectus&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Neanderthal  , &lt;/span&gt;Kranz justru yakin dengan teorinya sendiri Bigfoot-Giganto Theory. Menurutnya makluk-makluk itu sebenarnya keturunan terakhir dari Gigantopithecus yang berhasil selamat hingga masa modern. Teorinya menyatakan penampilan giganto tak jauh berbeda dengan bigfoot, yaitu berjalan dengan dua kakinya. Pendapatnya bertabrakan dengan para ilmuwan yang percaya giganto tak ubahnya mirip primata raksasa yang berjalan dengan keempat kakinya. Maklumlah, binatang purba ini termasuk ponginae. Sepupu terdekatnya yang masih bisa kita jumpai adalah orangutan. Mungkin giganto lebih mirip orangutan raksasa yang benyak berkeliaran di bawah pohon.&lt;br /&gt;Novel giganto menampilkan tokoh kera raksasa, Gigantopithecus, sebagai  misteri masa lalu berdasarkan temuan-temuan ilmuwan terkini lengkap dengan adonan bumbu petualangan dan persahabat dua makluk yang berbeda spesies dan waktu.  Baca petualangannya  dan  nikmati sensasinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/StRnlCyEC-I/AAAAAAAAAuo/GuLuvC2L4Vw/s1600-h/covv.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 276px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/StRnlCyEC-I/AAAAAAAAAuo/GuLuvC2L4Vw/s400/covv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392048539968998370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-1670245199805081927?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/10/teori-giganto-bigfoot.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/StRncK06XSI/AAAAAAAAAug/DgIPjv53cyE/s72-c/Tintin_Cover_-_Tintin_in_Tibet.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-6417412131524946034</guid><pubDate>Tue, 01 Sep 2009 03:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-01T10:26:23.892+07:00</atom:updated><title>Giganto</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SpySveOh-5I/AAAAAAAAAuY/tu84gm0Ljgs/s1600-h/covv.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SpySveOh-5I/AAAAAAAAAuY/tu84gm0Ljgs/s320/covv.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376333399439047570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah menunggu selama bertahun-tahun, akhirnya Novel Giganto, Primata Purba di Jantung Borneo, terbit juga. Penerbitnya Edelweiss, Lini penerbitan Iiman.  Novel ini adalah novel fiksi ilmiah berlatar belakang palaentologi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisahnya tentang ekspedisi pencarian untuk melacak keberadaan seorang peneliti orangutan yang hilang di rimba Kalimantan. Ternyata mereka harus berhadapan dengan makluk legenda purba yang menghantui rimba borneo selama ribuan tahun. Kini tim pencari itu bukan hanya harus menemukan sang peneliti, tetapi juga menyelamatkan diri dari serangan makluk raksasa misterius dari masa lalu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sinopsis bisa dibaca di:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ptiman.com/index.php/katalog/segera-terbit/89-giganto.html"&gt;http://www.ptiman.com/index.php/katalog/segera-terbit/89-giganto.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" line-height: 16px; -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family:'Times New Roman';"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0in; margin-bottom: 0pt; margin-right: 0in; margin-left: 0in; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-6417412131524946034?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/09/giganto.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SpySveOh-5I/AAAAAAAAAuY/tu84gm0Ljgs/s72-c/covv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-1105770751683696945</guid><pubDate>Fri, 14 Aug 2009 00:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-14T08:54:46.322+07:00</atom:updated><title>Gelundung Cisarua</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SoTDG4BAo1I/AAAAAAAAAuQ/S8IMC3b5bCc/s1600-h/gelundung2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SoTDG4BAo1I/AAAAAAAAAuQ/S8IMC3b5bCc/s320/gelundung2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369631178615726930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Desa Parigi Desa Cisarua Kecamatan Nanggung terletak di kaki Halimun, berdiri persis di sisi jalan yang naik turun. Bersama rombongan peserta International Conference on Education of Sustainable Development, kami menyusuri jalan sempit berliku menuju kampung. Hari ini kami melihat upaya pendampingan yang dilakukan teman-teman RMI (Rimbawan Muda Indonesia) mendampingi masyarakat Desa Cisarua. Dipandu dua orang guru SD Parigi, kami menyusuri kelokan-kelokan sempit. Suara gulundu berdrik-drik dari balik rumpun pisang dan anyaman bambu. Desa ini memang salah satu tempat yang mengolah bijih besi dari batu-batuan yang digali di Pongkor, salah satu lokasi penambangan emas tradisional di kawasan Halimun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SoTBtdqMfII/AAAAAAAAAuA/mZ33RmTqO3A/s320/gelundung.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang lelaki tanpa alas kaki terbenam dalam kubangan lumpur, memindahkan karung-karung berisi batu dan tanah yang mengandung emas ke dalam tabung-tabung gelundu dengan tangan kosong. Perlu 3 hingga 9 jam untuk memisahkan biji-biji emas dari batu pengikatnya. itupun tak bisa diprediksi apakah semua batu-batuan itu mengandung emas atau tidak. Tapi kilau emas pulalah yang membuat warga desa rela bekerja keras membeli berkarung-karung tanah dan batuan dari para penambang, memimpikan rejeki ratusan juta rupiah masuk ke kantong. Kegiatan pengolahan emas juga memikat juga para pemuda dan buruh tani, meninggalkan kebun-kebunnya demi rejeki emas. Demam emas dipicu dengan penambangan emas oleh PT. Aneka Tambang pada era 1990-an. Seiring dengan berjalannya waktu, para penambang rakyat mengendus peluang mendapatkan remah-remah emas dari perusahaan besar itu. Maka demam emas pun dimulai. Ratusan orang berbondong-bondong mengadu nasib, bahkan seringkali mempertaruhkan nyawa, menggali perut bumi. Desa Cisarua salah satu desa yang menangkap peluang demam emas itu untuk memisahkan biji emas dari batuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suara-suara gelundung yanberderik-derik layaknya menjadi irama kehidupan desa ini. karung-karung batuan dan tanah mengandung emas bertumpuk disisi mesin. Sementara sisa air pembilas lumpur menggenang di dalam lobang-lobang galian. Airnya keruh kecoklatan. Tapi bukan hanya penampilannya yang tak sedap dipandang, bahaya lain mengintip dari balik kilau emas. Mercuri atau air raksa yang digunakan untuk mengikat biji emas membahayakan para pekerja. Uapnya bisa terhirup saluran pernapasan. Mercuri juga terlarut dalam air dan meresap dalam tanah karena kolam-kolam pembuangan tak diperkuat beton. Keengganan pekerja menggunakan masker, sepatu dan sarung tangan, memperbesar resiko terpapar bahan berbahaya ini. Tapi apa mau dikata, impian akan keuntungan menggiurkan telah membutakan orang akan bahaya yang mengancam bukan hanya bagi diri mereka sendiri tapi juga orang-orang disekitarnya. Apalagi lokasi gurundung sangat berdekatan dengan pemukiman. Bahkan jarak antar gurundung tak terlalu jauh. Sedikit demi sedikit, perlahan tapi pasti, racun raksa meresap ke bumi Cisarua, membekab korbannya yang tak mempedulikan kehadirannya, bersanding bersama  impian yang meninabobokan penghuninya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-1105770751683696945?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/08/gelundung-cisarua.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SoTDG4BAo1I/AAAAAAAAAuQ/S8IMC3b5bCc/s72-c/gelundung2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-8240353848069937216</guid><pubDate>Fri, 03 Jul 2009 01:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-03T09:24:05.922+07:00</atom:updated><title>Menyusuri Sungai Cigenter, Ujung Kulon</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/Sk1kkrTdrVI/AAAAAAAAAsI/rIYAX4WirqY/s1600-h/cigenter.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/Sk1kkrTdrVI/AAAAAAAAAsI/rIYAX4WirqY/s400/cigenter.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354046113275817298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/Sk1jqQn3_pI/AAAAAAAAAsA/bYZzw4Ksma0/s1600-h/perahu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/Sk1jqQn3_pI/AAAAAAAAAsA/bYZzw4Ksma0/s400/perahu.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354045109681258130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perahu kayu melaju perlahan di aliran sungai dengan tenang. Debur ombak lautan perlahan hilang di belakang kami. Dua perahu panjang dikayuh perlahan menyusuri muara Sungai Cigenter, Taman Nasional Ujung Kulon. Sinar matahari yang menyilaukan di tepi pantai kini sesekali mengintip dari balik dedaunan pepohonan rindang yang tumbuh menjorok ke sungai yang berair keruh itu. Sunyi dan tenang. Hanya kicauan burung yang terdengar. Bersama para pemenang lomba poster badak (Firman, Daud, Yolly, dan Ronald), Davina Hariadi: supporter WWF Indonesia, Aji Santoso dari WWF dan Dadan Subrata dari Yayasan Badak Indonesia, beberapa teman wartawan juga mengikuti tur ke Ujung Kulon. Kami tak berharap banyak melihat kelebat bayangan badak. Suasana Ujung Kulon yang mengagumkan sudah cukup buat kami.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/Sk1ndDG-GSI/AAAAAAAAAsw/7k681AP57t0/s400/perr.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354049280761796898" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perahu menepi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kami singgah di Cidaun, padang rumput buatan yang terletak tepat di tepian sungai. Padang rumput ini dibuat khusus untuk banteng dan herbivora lainnya. Tapi pagi itu tak satupun yang terlihat. Ada menara pandang di ujung padang rumput. Kami melonggok di jendelanya yang luas. Beberapa titik kemerahan nampak bergerak-gerak di kejauhan. Banteng betina! Karena yang jantan pasti berwarna hitam kelam. Melalui binokuler, sosok-sosok banteng yang sedang asyik merumput mulai terlihat. Banteng-banteng betina mengunyah rerumputan segar sambil menggoyang-goyangkan ekornya. Sementara banteng-banteng muda berlarian disekitarnya, melompat-lompat dan salin adu kepala. Sayang jaraknya terlalu jauh untuk mengabadikan dalam kamera, apalagi kamera digitalku yang zoom-nya terbatas. Hanya Daus, dari National Geographic Indonesia (NGI Travel), yang berhasil memotret kawanan sapi liar itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/Sk1mbvyPyKI/AAAAAAAAAsY/gXM55TDUBiU/s400/banteng.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354048158883104930" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Banteng, menyembul dari balik semak-semak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/Sk1m5w0WqzI/AAAAAAAAAsg/Yh1DZ9CecDM/s400/cidaun.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354048674556455730" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Padang rumput&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami masih menunggu perahu lainnya untuk memulai perjalanan. Tita dari Jakarta Globe mulai sibuk mewawancarai kami, sementara Rony sibuk dengan alat perekamnya. Gagal mendekati kawanan banteng yang keburu mencium kedatangan kami, perjalanan air pun berlanjut. Hutan terlihat tenang. Pohon-pohon nipah menyambut kami, tumbuh berjajar seperti sepasukan prajurit berbaris. Daun-daunnya yang lebar memayungi sungai dari sengatan matahari. Akar-akar pepohonan menjulur ke dalam air seperti kaki-kaki raksasa. Tiba-tiba raja udang dan kirik-kirik muncul dari semak-semak dan terjun ke dalam air menyergap serangga. Tak terlihat binatang besar seekor pun. Tetapi bekas-bekas kaki badak bertebaran. Seekor ular sanca yang kekenyangan tidur di atas dahan. Kadang-kadang ada buaya di sini, celoteh Iwan. Tapi sang raja air nampaknya enggan menampakkan diri hari ini. &lt;br /&gt;Iwan dari WWF sibuk berceloteh tentang berbagai hal tentang Ujung Kulon. Lelaki ini punya banyak pengalaman dengan penyelamatan badak di taman nasional ini.  Hanya di taman nasional ini badak jawa tersisa. Sebagian kecil terisolir di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam. Di tempat lainnya tinggal nama dan mitosnya yang dikenang. Populasi badak jawa terbesar memang di taman nasional ini. Itu pun hanya berkisar 50-an ekor. WWF Indonesia dan Balai Taman Nasional Ujung Kulon bekerja sama melestraikan badak jawa. Kini kehidupan badak jawa dapat dimonitor dengan kamera dan video tersembunyi. Lambat laun kehidupan badak yang masih misterius mulai terkuak. Berbagai tingkap polah badak kini bisa diintip. Bahkan anak-anak badak pun mulai sering nampang di depan video tersembunyi. Satu video sempat dihajar induk badak yang marah. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/Sk1nyfJ3l2I/AAAAAAAAAs4/TuDfLvuMA-E/s400/iwan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354049649067399010" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Iwan dan Pohon Langkap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sungai yang kami susuri makin menyempit hingga tak bisa lagi dilewati perahu. Kami melompat ke daratan, turun ke dua sungai kecil sebelum sampai di kolam mandi badak. Badak suka berkubang di lumpur. Meski sang empunya tak kelihatan batang culanya, jejak kaki dan bekas gesekan tubuh besarnya tercetak jelas di lumpur. Sisi-sisi tempat berkubang itu rata, mungkin bekas badan badak saat berguling-guling di lumpur.  Sayang kami tak sempat mengunjungi kamera tersembunyi. Letaknya terlalu jauh, ujar Iwan. Akhirnya kami hanya berkeliling dan melihat pohon langkap. Pohon tinggi ini dianggap biang keladi kemunduran badak. Pertumbuhannya yang tak terkendali mendesak pepohonan pakan badak alami. Badak bisa mati kelaparan. Pengelola taman pun berusaha keras menertibkan pertumbuhan sang oknum pohon liar. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/Sk1nNJ5kMII/AAAAAAAAAso/nLbzWL20208/s400/sungai.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354049007706714242" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Nampang sejenak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/Sk1lcjCb1VI/AAAAAAAAAsQ/7jy_SRR0OjI/s400/kubangan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354047073129583954" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kubangan badak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Paling tidak kita perlu tinggal sebulan untuk punya kesempatan melihat badak,” kata Aji menghibur. "Itupun harus selalu bergerak mengikuti jejak badak," imbuhnya. Cerita-cerita tentang perjumpaan dengan badak oleh Iwan juga cukup menghibur. Sekarang, menemukan jejak badak sudah lebih dari cukup membayangkan sang mamalia langka itu. Perahupun membelah sungai kembali ke muara. Ombak mulai pasang saat kami mendarat di pasir pantai. Di kejauhan, karang-karang menyembul dari permukaan air laut yang beriak. Di sinilah foto legendaris badak jawa yang dibidik Alain Compost diambil. Sayang tak ada badak hari ini. Tapi Peucang dan rusa-rusa setengah liar di Handeleum sudah menunggu kami. Mungkin lain kali, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-8240353848069937216?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/07/menyusuri-sungai-cigenter-ujung-kulon.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/Sk1kkrTdrVI/AAAAAAAAAsI/rIYAX4WirqY/s72-c/cigenter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-8967524063111744466</guid><pubDate>Sat, 07 Mar 2009 13:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-07T21:13:49.861+07:00</atom:updated><title>Ulang Tahun Taman Nasional Gunung Gede Pangrango</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SbJ6ulctjNI/AAAAAAAAArY/AEZvvq0YnLE/s1600-h/gede8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SbJ6ulctjNI/AAAAAAAAArY/AEZvvq0YnLE/s400/gede8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310441851368344786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Kantor Taman Nasional Gunung Gede Pangrango&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Seminggu belakangan biasanya bangun agak molor. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;Maklum semalaman begadang bikin ilustrasi. Tapi hari Jum’at kemarin terpaksa nggak bisa bermolor-molor ria. Pukul 04.30 sudah harus bangun dan ngetik naskah. Maka lahirlah cerita Harimau yang takut mandi. Inspirasinya sebenarnya berasal dari salah satu buku Winnie the Pooh di Disney, tentang harimau yang kehilangan lorengnya. Tak sempat membaca dua kali, naskah segera disimpan dalam flash disc dan siap cabut ke kantor Matoa. Hari ini Matoa punya gawe. Bukan Matoa sebenarnya yang punya hajat, melainkan Taman Nasional Gede Pangrango. Matoa bertanggung jawab mengisi acara pada perhelatan ultah taman nasional itu. Taman Nasional yang berulang tahun ke 29 ini berlokasi di antara 3 kabupaten: Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Di sinilah bermula mata air yang membasahi Sungai Citarum, Ciliwung dan Cimandiri. Seperti namanya, taman nasional ini memang punya dua puncak gunung, Gunung Gede dan Pangrango. Hutan pegunungan yang mendominasi wilayah ini merupakan rumah dari berbagai spesies langka seperti Elang Jawa, Owa Jawa, Ajag, macan tutul, kantong semar, dan berbagai jenis anggrek. Jaraknya yang sangat dekat dengan ibukota negara tak pelak menjadikannya kawasan hutan tropis yang paling dekat dengan ibu kota. Tak heran taman nasional ini menjadi tujuan kunjungan wisata berbagai wisatawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SbJ_deNtSjI/AAAAAAAAAr4/nn6gfNKWI4Q/s1600-h/gede5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SbJ_deNtSjI/AAAAAAAAAr4/nn6gfNKWI4Q/s400/gede5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310447054926727730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Permainan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SbJ3UeiGY3I/AAAAAAAAArQ/RJEcZMAKqAw/s1600-h/gede.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SbJ3UeiGY3I/AAAAAAAAArQ/RJEcZMAKqAw/s400/gede.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310438104300413810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Tari dan nyanyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;Dalam sekejab bersama kru Matoa, aku sudah berada di dalam mobil yang dipacu di jalanan berkelok-kelok menuju Cipanas. Acara kami mulai berlangsung siang setelah Sholat Jum’at. Jadi masih punya waktu santai, sarapan dan melihat-lihat stan lainnya. Di dalam studio, acara resmi sedang berlangsung dengan khidmat dan monoton. Sedikit membosankan, terdiri atas acara pemutaran film, diskusi dan dilanjutkan dengan kunjungan di seputar lokasi kantor Taman Nasional Gede Pangrango untuk menengok mikrohydro di samping gedung taman nasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SbJ-yCUL_yI/AAAAAAAAArw/VLnZZvRHxQA/s1600-h/gede6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SbJ-yCUL_yI/AAAAAAAAArw/VLnZZvRHxQA/s400/gede6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310446308703338274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Stan JICA, memamerkan benda-benda daur ulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;Pesta anak sesungguhnya tiba saat puluhan bocah dari SD di sekitar taman nasional, Bogor dan Bahkan dari Benhil, Jakarta mulai merangsek memasuki gedung. Celoteh kanak-kanak dan teriakan guru-guru menandai berakhirnya acara seremonial yang serba formal. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Bertempat di hall gedung kantor taman nasional yang lega, pertunjukkan pun dimulai. Berbagai SD menampilkan kebolehannya menyanyi, main siter, menari bahkan melawak. Yang menarik ada pertunjukkan musik dengan bahan bekas. Bukan hanya suara yang unik yang keluar dari potongan paralon, pipa besi, kaleng bekas biskuit dan galon air, tetapi tingkah polah para pemainnya yang bebas, bergembira dan nakal membuat suasana menjadi meriah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SbJ-B99WdDI/AAAAAAAAAro/z8M6D2BHwvo/s1600-h/gede1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SbJ-B99WdDI/AAAAAAAAAro/z8M6D2BHwvo/s400/gede1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310445482900091954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Band bahan bekas. Seru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SbJ8Gyq7b-I/AAAAAAAAArg/0tH2Fb2pcnY/s1600-h/gede3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SbJ8Gyq7b-I/AAAAAAAAArg/0tH2Fb2pcnY/s400/gede3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310443366746124258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Para kru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Giliranku sampai di pertengahan acara. Karena temanya harimau, krus Matoa mau bersusah payah menggotong awetan harimau sumatera dari lantai atas ke hall. Maka jadilah awetan harimau menjadi saksi bisu, story telling yang diciptakan dengan terburu-buru. Bocah-bocah pun bersedia meluangkan waktunya membentuk lingkaran rapat dan mendengarkan dongeng modern tentang harimau yang tak suka mandi. Waktunya terlalu singkat dan ini pengalaman pertamaku membacakan dongeng secara live. Tapi senyuman cerah, tawa lepas, tatapan mata ingin tahu dan mulut yang sedikit terbuka memberi kesan tersendiri. Ketika dongeng usai, Mas Hadi yang sempat mengabadikan momen itu dengan tersenyum memamerkan jepretan kameranya. Di foto itu nampak dua anak yang melongo termangu mendengarkan cerita. Lumayan berhasil. Rasa kantuk pun terbayar tuntas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-8967524063111744466?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/03/ulang-tahun-taman-nasional-gunung-gede.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SbJ6ulctjNI/AAAAAAAAArY/AEZvvq0YnLE/s72-c/gede8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-7416515645055135085</guid><pubDate>Wed, 18 Feb 2009 00:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-18T09:09:34.935+07:00</atom:updated><title>Diskusi Buku Badak di Gramedia Botani Square Bogor</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtkcqIfvpI/AAAAAAAAAp4/DDfMrDpT_9w/s1600-h/ts8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtkcqIfvpI/AAAAAAAAAp4/DDfMrDpT_9w/s400/ts8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303943429667929746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Persiapan acara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtl57wKpcI/AAAAAAAAAqI/XQQJtSQd44c/s1600-h/gramed2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtl57wKpcI/AAAAAAAAAqI/XQQJtSQd44c/s400/gramed2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303945032125556162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Persiapan suvenir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jam belum menunjukkan pukul 9 pagi. Tapi loby Gramedia, Botani Square, Bogor, sudah dipenuhi anak-anak. Mereka adalah para peserta diskusi buku Buku Badak dan penyu Seri Binatang Langka Indonesia terbitan Elex Media Komputindo. Ketika Mbak Ika memberikan aba-aba untuk masuk ke ruangan, toko buku yang pagi itu masih lengang tiba-tiba diramaikan dengan celoteh anak-anak. Dengan rapi mereka duduk beralaskan karpet di salah satu sudut toko buku gramedia yang pagi itu disulap menjadi ruang diskusi. Tepat di sebelah kiri depan, terpampang layar putih yang menampilkan gambar badak putih Afrika, badak paling kondang yang paling dikenal oleh anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtiqH9XbtI/AAAAAAAAApw/TT3onmI4770/s1600-h/gramed9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtiqH9XbtI/AAAAAAAAApw/TT3onmI4770/s400/gramed9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303941461989355218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mbak Ika mulai woro-woro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtq4zCmjMI/AAAAAAAAAqo/OmVWcnJhZxg/s1600-h/talkshow4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtq4zCmjMI/AAAAAAAAAqo/OmVWcnJhZxg/s400/talkshow4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303950510165232834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;In action bersama Kang Dede&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZttQefiJII/AAAAAAAAAqw/qru4WaM_kcI/s1600-h/gramed10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZttQefiJII/AAAAAAAAAqw/qru4WaM_kcI/s400/gramed10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303953115989550210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pemutaran slide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;ketika kami mulai menampilkan slide-slide badak yang lain, banyak juga yang tak yakin ada lebih dari satu jenis badak di dunia. Pertanyaan, celoteh lucu dan komentar spontan selama acara berlangsung menjadi bumbu yang meramaikan acara diskusi itu. Dipandu oleh Mbak Ika dan Kang Dede dan didukung oleh para punggawa Forum Badak Indonesia, Yayasan Badak Indonesia dan rekan-rekan dari UNiversitas Negeri Jakarta serta Forum Satwa Liar, IPB, acara berlangsung meriah.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtqF82lcXI/AAAAAAAAAqg/23xxETD9E-8/s1600-h/ts2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtqF82lcXI/AAAAAAAAAqg/23xxETD9E-8/s400/ts2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303949636625854834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Membahas slide badak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Film-film tentang konservasi badak sumatera bergantian diputar, memunculkan tawa, keheranan dan kekaguman. Apalagi saat ditampilkan seekor badak yang buang air di semak-semak. Sontak berbagai komentar muncul. Tapi paling tidak  reaksi spontan itu bisa menjadi jalan masuk bagi kami untuk melakukan kampanye.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtlZ_pntdI/AAAAAAAAAqA/amsTDiq77pI/s1600-h/ts5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtlZ_pntdI/AAAAAAAAAqA/amsTDiq77pI/s400/ts5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303944483416028626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:78%;"  &gt;On the Spot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtod1OonhI/AAAAAAAAAqY/tSuGrcHmTcM/s1600-h/ts1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtod1OonhI/AAAAAAAAAqY/tSuGrcHmTcM/s400/ts1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303947847872847378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Game meriah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtmdk-fjlI/AAAAAAAAAqQ/ILSNSVFlEBE/s1600-h/gramed14.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtmdk-fjlI/AAAAAAAAAqQ/ILSNSVFlEBE/s400/gramed14.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303945644486921810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Tim pemeriah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Acara diskusi buku badak sendiri sebenarnya direncanakan berlangsung 4 hari. Tetapi karena berbagai masalah, hanya dua hari efektif yang terlaksana. Mungkin juga semacam pelajaran berharga bagi kami dan Gramedia yang sebelumnya belum pernah menyelenggarakan acara serupa. Tapi respon pengunjung positif. Pada hari pertama, terjadi kesalahpahaman pada sekolah yang diundang. Sekolah Dasar Regina Pacis tak menghadiri undangan, tetapi seorang gurunya yang hadir bahkan mengundang kami mengadakan acara di sekolahnya. Akhirnya kami melakukan acara on the spot saja. Dan anak-anak yang kebetulan berkunjung ke Gramedia, mau meluangkan waktunya untuk melongo dan menatap gambar-gambar badak. Sesaat kemudian mereka mulai berebut memainkan game yang digelar. Tambahan lagi, ide undangan sekolah disepakati oleh pihak TB. Gramedia untuk melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah. Tantangan lain yang harus kami jawab dengan penuh semangat. Go Rhino, go!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-7416515645055135085?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/02/diskusi-buku-badak-di-gramedia-botani.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZtkcqIfvpI/AAAAAAAAAp4/DDfMrDpT_9w/s72-c/ts8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-4427678120758674622</guid><pubDate>Fri, 06 Feb 2009 13:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-06T21:18:05.863+07:00</atom:updated><title>Batman dan badak jawa</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYxCnEGKtHI/AAAAAAAAApo/aUYsbJc5HOg/s1600-h/prv1956_pg1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 260px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYxCnEGKtHI/AAAAAAAAApo/aUYsbJc5HOg/s400/prv1956_pg1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299684100390171762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sumber: DC Universe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Badak jawa jarang sekali ditampilkan dalam buku apalagi komik. Tapi di Komik Batman terbitan Januari 2009 (Batman #685), badak jawa muncul. Meskipun namanya badak jawa, badak ini pernah tersebar di Indocina hingga Sumatera dan Jawa. Kini badak ini hanya hidup di Ujung Kulon di Banten, Indonesia dan sebagian kecil Vietnam. Dalam komik ini yang ditulis oleh Paul Dini dan digambar oleh duo Dustin Nguyen dan Derek Fridolfs, badak jawa di vietnamlah yang diceritakan. Sekelumit adegan menampilkan para penyelundup binatang langka bersama musuh besar Batman: Catwoman.   Tentu sebuah paduan yang unik: Batman dan badak jawa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-4427678120758674622?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/02/batman-dan-badak-jawa.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYxCnEGKtHI/AAAAAAAAApo/aUYsbJc5HOg/s72-c/prv1956_pg1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-6496881865046647275</guid><pubDate>Tue, 03 Feb 2009 06:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-03T21:07:34.939+07:00</atom:updated><title>Bad monkeys di Way Kanan</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhMPKowoCI/AAAAAAAAAow/Bt8WdRt7LLY/s1600-h/way7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 260px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhMPKowoCI/AAAAAAAAAow/Bt8WdRt7LLY/s400/way7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298568785038450722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Siamang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raungan siamang di kejauhan bersahut-sahutan seperti kokok ayam jantan di kampung. Kami melompat ke atas mobil bak terbuka mengikuti mobil RPU (Rhino Protection Unit) berwarna gelap yang lebih dulu meninggalkan SRS. Hari ini tujuan kami, Way Kanan. Hanya beberapa ratus meter meninggalkan gerbang SRS, mobil berbelok ke kanan. Plang di kanan jalan bertuliskan: Way Kanan. Segera jalanan berbatu membuat tubuh bergoyang-goyang. Tak lama, jalanan berganti aspal mulus. Sulur-sulur pepohonan merambat diantara pepohonan dan semak-semak. Maklum, dulunya kawasan ini adalah bekas HPH. Kini hutan suksesi itu menjadi belukar lebat yang disukai satwa, termasuk badak dan kawanan gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhLfseA-jI/AAAAAAAAAog/PUedSDdN-Sk/s1600-h/way10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhLfseA-jI/AAAAAAAAAog/PUedSDdN-Sk/s400/way10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298567969486469682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhO3c9EGWI/AAAAAAAAApQ/gnqKzNSnI2I/s1600-h/way6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhO3c9EGWI/AAAAAAAAApQ/gnqKzNSnI2I/s400/way6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298571676173474146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Menyusuri sungai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Tiba di Way Kanan, para kru RPU tak mau menunggu kami mengagumi tempat ini lebih lama. Mobil berhenti di ujung darmaga kecil. Sebuh kapal motor sudah menunggu kami. Dalam beberapa menit, kami berpelampung oranye, segera menyusuri sungai. Hutan di kanan kiri memberi sensasi tersendiri, seperti halnya burung-burung liar yang tiba-tiba terbang di depan hidung kami. Kirik-kirik pemakan lebah beterbangan di antara ranting meranggas, burung raja udang terjun ke dalam air dan menyambar ikan, sementara seekor bangau merah bengong di atas batang kayu lapuk. Sebuah perjalanan yang mengasyikkan. Belum lagi para kru RPU yang rajin berceloteh tentang ini dan itu. Satuan ini khusus dibentuk untuk melindungi badak. Tapi pada prakteknya sebenarnya mereka melindungi apa saja yang harus dilindungi di taman nasional. Dengan dilengkapi senjata api, mereka siap baku hantam dengan para pembalak dan pemburu liar. Dan kasus perburuan badak pun menurun tajam.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhPb1rJrhI/AAAAAAAAApY/wNVRVAxE8SU/s1600-h/way8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhPb1rJrhI/AAAAAAAAApY/wNVRVAxE8SU/s400/way8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298572301284519442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhK_snc1XI/AAAAAAAAAoY/BhuMtBwO4Ok/s1600-h/wwf6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhK_snc1XI/AAAAAAAAAoY/BhuMtBwO4Ok/s400/wwf6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298567419770230130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:78%;" &gt;Para kru kapal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sungai itu meliuk-liuk seperti ular raksasa dan suara mesin kapal memecah kesunyian, melenyapkan kesempatan kami untuk bertemu dengan raja sungai: buaya muara. Tapi ada gantinya yang tak kalah menarik. Kami mengunjungi dua pos patroli. pos-pos yang lebih mirip shelter itu sangat sederhana. Terbuat dari kayu papan tanpa dinding, dengan tonggak-tonggak yang menyangga lantainya. Di sinilah para anggota RPU berhenti sejenak untuk bermalam dalam perjalanan patrolinya. Jejak-jejak harimau dan babi hutan memenuhi permukaan tanah di sekitar pos. Bisa dibayangkan ketika para anggota RPU menikmati kopi hangat, puluhan binatang hutan juga berkeliaran di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhNilMT3EI/AAAAAAAAApA/Sd8gAFQinPA/s1600-h/way4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhNilMT3EI/AAAAAAAAApA/Sd8gAFQinPA/s400/way4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298570218096024642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pos ronda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhOM1_2hoI/AAAAAAAAApI/rPthJgd8iBI/s1600-h/way2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhOM1_2hoI/AAAAAAAAApI/rPthJgd8iBI/s400/way2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298570944161678978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Jejak kaki harimau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Sebuah kamera tersembunyi dililit kawat besi yang kokoh menjadi tujuan berikutnya. Tapi yang lebih mengagumkan adalah jejak-jejak kaki satwa liar di sepanjang jalan. Harimau, gajah, badak, babi hutan dan beruang madu bertebaran dengan kotoran dan bekas cakaran di tanah. Mungkin pooh, piglet, huffalump dan tiger sedang berkeliaran, seloroh Willy, salah seorang peserta dan pemenang lomba poster. Jejak-jejak itu tercetak jelas di tanah yang lembek. Semalam pasti hujan turun.  Mengagumi jejak seperti membayangkan yang empunya jejak berkeliaran bergantian di jalur yang sama. Bayangkan  jika bertemu langsung dengan mereka. Melihat jejaknya saja mengagumkan, apalagi  jika bertemu langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhND2XFaOI/AAAAAAAAAo4/0LBRu1elVo4/s1600-h/way3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 289px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhND2XFaOI/AAAAAAAAAo4/0LBRu1elVo4/s400/way3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298569690128672994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Cangak merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Trip sehari ini sungguh memuaskan dahaga keingintahuan kami. Tapi kejutan lain menunggu. Selepas turun dari perahu, tiba-tiba beberapa anggota RPU berlari ke arah mobilnya sambil berteriak marah. usut punya usut ternyata dua ekor monyet ekor panjang masuk ke dalam mobil RPU melalui kaca jendela yang sedikit terbuka. Sialnya mereka terkurung dan tak berhasil melarikan diri sebelum para pemilik mobilnya memergokinya. Saking takutnya seekor diantaranya buang air besar di jok depan. Sang oknum lainnya ngumpet di belakang rem, diam tak bergerak, berusaha sepenuhnya percaya para manusia tak akan bisa melihatnya. Monyet lainnya lebih apes lagi, tertangkap tangan dan meringkuk dalam genggaman petugas RPU yang gagah berani. Tanpa interograsi (karena tak ada gunanya), para pencoleng itu pun dilepaskan. Mereka kabur meninggalkan para anggota RPU yang geram dan marah. Rupanya para anggota RPU yang ditakuti para pemburu liar dan pembalak, masih sempat dikibuli sang monyet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhLxE4ZzZI/AAAAAAAAAoo/X2iWvLKEQlM/s1600-h/way+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhLxE4ZzZI/AAAAAAAAAoo/X2iWvLKEQlM/s400/way+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298568268097375634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oknum pencoleng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-6496881865046647275?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/02/bad-monkeys-di-way-kanan.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhMPKowoCI/AAAAAAAAAow/Bt8WdRt7LLY/s72-c/way7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-8542909035981303067</guid><pubDate>Sun, 25 Jan 2009 16:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-18T09:42:41.758+07:00</atom:updated><title>Kembali ke SRS</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZt1Ke4vaKI/AAAAAAAAAq4/ei_vqHGW5kw/s1600-h/Menunggu+pemeriksaan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZt1Ke4vaKI/AAAAAAAAAq4/ei_vqHGW5kw/s400/Menunggu+pemeriksaan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303961809109084322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Torgamba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYc2PJ2R8sI/AAAAAAAAAoQ/KnF5CAvtgnQ/s1600-h/SRS3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 278px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYc2PJ2R8sI/AAAAAAAAAoQ/KnF5CAvtgnQ/s400/SRS3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298263120594203330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Rosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYc1dok-A3I/AAAAAAAAAoI/SMjjgaArlvA/s1600-h/wwf4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYc1dok-A3I/AAAAAAAAAoI/SMjjgaArlvA/s400/wwf4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298262269849633650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:78%;"  &gt;Menyusuri kandang badak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya kesempatan mengunjungi SRS (Sumatran Rhino Sanctuary) lagi kesampaian. Kunjungan terdahulu rasanya kurang lengkap karena belum sempat menjenguk Andalas, badak kelahiran Cincinati Zoo. Bersama para pemenang lomba poster badak Rhino Care 2008, aku kembali ke Way Kambas. Masih dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan kekaguman yang sama. Kali ini bukan hanya Teji, sang babi hutan, yang menyapa, melainkan juga Si Cecep rusa sambar yang datang menyambut kedatangan kami. Karena sudah malam, tak ada lagi yang bisa dilakukan selain ngobrol dan cabut ke kamar tidur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYc0f9l_qGI/AAAAAAAAAoA/5RjFdQ_JCQ4/s1600-h/SRS4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYc0f9l_qGI/AAAAAAAAAoA/5RjFdQ_JCQ4/s400/SRS4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298261210339190882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:78%;"  &gt;Andalas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;Paginya birdwatching dimulai. Meskipun dikenal dengan gajahnya karena ada Pusat Latihan Gajah , di manca negara Way Kambas lebih tenar karena keanekaragaman burungnya, sesuatu yang justru belum banyak dikenal oleh kita sendiri. Tapi berjalan kaki sebentar di sepanjang kandang badak sudah membuktikannya. Berbagai jenis burung termasuk srigunting ekor panjang dan alap-alap kecil malu-malu memamerkan bulu-bulunya di balik pepohonan. Sementara raungan siamang dan gemerisik kawanan beruk meramaikan perjalanan. Kandang itu sendiri luasnya 100 hektar, dibatasi aliran listrik di sekelilingnya, menimbulkan kesan seolah memasuki "Jurassic Park". Dan binatang yang ada di dalamnya meskipun bukan dari Era Jurassic, masih tergolong purba. Badak sumatera  adalah badak terkecil sekaligus  paling primitif. Dari kelima spesies badak yang masih hidup (badak putih dan hitam afrika, badak india dan badak jawa), binatang ini adalah yang paling panjang rambutnya, membuatnya selalu dihubung-hubungkan dengan badak berambut wol dari zaman es.&lt;br /&gt;Pengamatan burung kamipun berselang-seling dengan pengamatan satwa lainnya: muncak yang melintas di kejauhan, siamang bergelantungan jauh di atas kepala kami dan babi hutan yang sibuk mengorek tanah dengan moncongnya yang kuat. Tetapi pertunjukan sesunguhnya adalah kelima badak sumatera di kandangnya masing-masing. Inilah badak kedua paling langka di dunia setelah badak jawa. Dan kami beruntung menyaksikannya karena tak ada tempat lainnya di Indonesia yang memaerkan badak ini. Hanya kebun binatang di Amerika Serikat sana yang menjadi rumah kedua badak gondrong ini.&lt;br /&gt;Rosa, Andalas dan Torgamba menampakkan diri lebih dulu. Rosa, badak selebritis, muncul dari semak-semak, mendengus-dengus udara dan dengan cueknya melahap dedaunan di dekat pagar kandangnya, membiarkan  kilatan blits kamera menghujaninya. Ia mengangguk-anggukkan kepala, memamerkan kunyahannya yang  berisik, melirikkan matanya dan mengoyangkan badannya yang gemuk sebelum kembali ke hutan mengikuti keepernya. Andalas tak segenit Rosa. Badak sumatera kelahiran Cincinati Zoo ini memamerkan tubuhnya yang kekar, terbesar diantara badak lainnya di SRS, mondar-mandir di dalam kandangnya, memeriksa dengan telaten setiap batang besi hitam yang melindunginya dan dengan lenguhan ringan, melengos pergi dengan pongahnya. Torgamba sepertinya acuh dengan kedatangan kami. Ia mondar-mandir disekitar kandangnya, keluar ke pepohonan besar dan berjalan kembali ke kandangnya, berusaha membuktikan ia masih cukup bugar menjadi pejantan tangguh. Badak yang sempat kos di Inggris ini, termasuk angkatan pertama badak yang ditangkap di hutan bengkulu sebagai bagian proyek penangkaran badak sumatera. Ketiga sejawatnya menemui ajal, Torgamba bergeming kendati belum sekalipun menghasilkan keturunan.&lt;br /&gt;Jeda sebentar diisi sarapan pagi. Kunjungan dilanjutkan dari atas mobil bak terbuka, melongok dua badak yang tersisa: Bina dan Ratu. Sang Ratu pun perlu diperiksa kondisi kesuburannya oleh Drh. Dedy. Mirip sapi, Ratu juga harus merelakan bagian terlarangnya diobok-obok. "Masih berpotensi, ujar Drh. Dedy sambil tertawa, melepaskan sarung tangannya yang panjang dan melepaskan ratu dari jepitan. Badak super buntet ini pun menatapkan matanya yang seperti manik-manik ke hadapan pengunjungnya. Tersesat di perkampungan penduduk dan kemudian diungsikan ke SRS, Ratu menjadi betina ketiga di SRS setelah Dusun dan Bina. Sayang Dusun sudah mati tua. Kini selain Ratu, badak betina lainnya adalah Bina dan Rosa.&lt;br /&gt;Bina yang kekar berjalan dengan kaki-kakinya yang kekar, melongokkan wajahnya dari sela-sela besi kandang dan seskali memejamkan matanya yang dihinggapi lalt raksasa. Marcelius Adi, memungut salah satu lalatnya dan menunjukkannya kepada kami. Bukan main, lalat kebo, begitu biasanya dikenal, jauh lebih besar daripada lalat biasa. Lalat yang biasa diketmukan di sapi dan kerbau ternak itu memang masuk akal mengerubiti para badak,. Jarak SRS dengan perkampungan tak terlalu jauh. Karena itulah para dokter hewan di SRS rajin mengamatinya, bukan hanya pada badak tetapi juga pada ternak penduduk di sekitar taman nasional.&lt;br /&gt;Kibasan ekor Bina yang buntung mengakhiri kunjungan hari ini. Dengan oleh-oleh puluhan foto menarik dan belasan pacet yang dengan kurang ajar memanfaatkan kelengahan dan diam-diam menghisap darah kami hingga badannya tambun. Di SRS, si rusa sambar dengan angkuhnya menatap mobil kami, sebentar, lalu dengan cuek melahap rerumputan segar. Ia sama sekali tak peduli ketika kami mengambil gambarnya. Bahkan dengan kenesnya membalikkan tubuhnya, memamerkan tanduknya yang baru tumbuh. Mungkin pikirnya, tak cuma badak yang bisa dikagumi.&lt;br /&gt;&lt;/object&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/-IDToRmQG8k&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/-IDToRmQG8k&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ZcW7TzFq4AE&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ZcW7TzFq4AE&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-8542909035981303067?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/01/kembali-ke-srs.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SZt1Ke4vaKI/AAAAAAAAAq4/ei_vqHGW5kw/s72-c/Menunggu+pemeriksaan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-5398663493641232355</guid><pubDate>Wed, 14 Jan 2009 11:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-14T20:22:51.728+07:00</atom:updated><title>Binatang Langka Indonesia</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SW3ShL9eu7I/AAAAAAAAAmc/TPLM-v83C_k/s1600-h/cover1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 258px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SW3ShL9eu7I/AAAAAAAAAmc/TPLM-v83C_k/s400/cover1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291116604818373554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SW3QvGem3iI/AAAAAAAAAmU/LFr0uTHi800/s1600-h/coverorangutan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 263px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SW3QvGem3iI/AAAAAAAAAmU/LFr0uTHi800/s400/coverorangutan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291114644841618978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                     &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Seri        : Binatang Langka Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;                                                      Penulis dan ilustrasi: Koen Setyawan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;                                                      Penerbit : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://www.elexmedia.co.id/"&gt;Elex Media Komputindo (Grup Gramedia)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak yang tahu, Indonesia adalah negara megadisversity terbesar kedua setelah Brazil. Kekayaan alam dan keanekaragaman hayati (jenis-jenis makluk hidupnya) sangat melimpah. Tetapi seperti kutukan, kekayaan itu belum melahirkan kesejahteraan bagi sebagian besar rakyatnya. Serupa juga dengan Brazil dan Kongo, dua negara megadiversity lainnya, kekayaan alam tak juga mengangkat jutaan rakyat dari jurang kemiskinan. Yang terjadi justru kekayaan alam itu yang tergerogoti semakin parah. Spesies-spesies unik bergiliran mengalami kepunahan. Ironisnya tak jarang, sebagian sama sekali belum dikenal oleh sang empunya sendiri (baca: masyarakat). Pantaslah jika Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup, mengibaratkan orang Indonesia duduk di atas peti harta karun. Tapi sayangnya tak  bisa mengetahui nilai harta karunnya karena tak punya kunci untuk membukanya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SW3YNR7rS4I/AAAAAAAAAmk/lXMZeSCJyuM/s1600-h/anak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 268px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SW3YNR7rS4I/AAAAAAAAAmk/lXMZeSCJyuM/s400/anak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291122859893803906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama puluhan tahun kita dibuai oleh tembang mendayu tentang kekayaan nusantara. Kesuburan tanahnya, kehijauan hutannya dan keindahan binatangnya. Tapi tak sering kita coba meneliti detaik-detail harta karun kita. Segalanya seolah terlambat setelah satu demi satu harta itu tercerai berai atau diangkut ke seberang lautan. Buku ini mencoba mengisahkan sekelumit remah-remah kekayaan spesies binatang khas negeri ini, lengkap dengan segala permasalahannya. Harimau, badak, orangutan, beruang madu, penyu dan gajah hanyalah pembuka dan pemicu bagi kita semua untuk mulai menelisik keunikan, keindahan, keganjilan dan kemegahan alam yang dititipkan pada kita oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SW3asAsRlUI/AAAAAAAAAms/64w2sHkqlAA/s1600-h/berendam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 244px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SW3asAsRlUI/AAAAAAAAAms/64w2sHkqlAA/s400/berendam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291125586865001794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seri  ini terdiri atas 3 judul buku, masing-masing bertemakan 2 jenis binatang: Harimau dan orangutan, Penyu dan Badak, serta Gajah dan Beruang Madu. Dihiasi dengan foto-foto dan ilsutrasi menarik, buku ini mengajak pembaca mengenal binatang-binatang Indonesia yang mulai langka dan terancam punah. Penulisan buku-buku ini bekerja sama dengan YABI (Yayasan Badak Indonesia), BOS (Borneo Orangutan Survival), dan WCS (Wildlife Conservation Society).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-5398663493641232355?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/01/binatang-langka-indonesia.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SW3ShL9eu7I/AAAAAAAAAmc/TPLM-v83C_k/s72-c/cover1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-1179164802098345804</guid><pubDate>Sun, 11 Jan 2009 17:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-12T00:31:29.608+07:00</atom:updated><title>Serangga-serangga</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tersembunyi di balik bayangan dedaunan, meniti ranting kecil tanpa bersuara dan tiba-tiba terbang nyaris tak terdengar, membuat serangga dan laba-laba jarang terlihat batang hidungnya. Bukan karena memang hidungnya tak berbatang, tetapi ukurannya yang  mungil  menyembunyikan  pesonanya. Nyaris kehadirannya bak hantu di siang  bolong. Padahal banyak yang tampil bak diva, berbalut  sisik  gemerlak  ceria.  Makluk  mini ini pun  melahirkan  kekaguman  sekaligus  kebencian.  Larvanya  tak  sering  dipuja,  lebih sering dinista dan  dihujat sebagai makluk bodoh  penghancur  kehijauan daun.  Tetapi saat menghabiskan masa rakusnya dan bersemedi sebagai kepompong, tak banyak yang menghiraukannya. Barulah saat sang makluk berubah paripurna menjelma menjadi serangga dewasa, kekaguman pun membanjirinya. Meski semuanya harus membelalakkan mata untuk menikmati gemerlak sayap, keindahan warnanya karena tubuhnya terlalu pelit untuk ditelisik.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWopRzOo4fI/AAAAAAAAAl8/X9oD-6i5l94/s1600-h/hali30.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWopRzOo4fI/AAAAAAAAAl8/X9oD-6i5l94/s400/hali30.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290086098086191602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Bakal serangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWoozhkyXxI/AAAAAAAAAl0/Zmd2ZVvAbtg/s1600-h/hali22.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 309px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWoozhkyXxI/AAAAAAAAAl0/Zmd2ZVvAbtg/s400/hali22.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290085577951174418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWopvJ5imGI/AAAAAAAAAmE/EsXE9uX_yIg/s1600-h/hali9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWopvJ5imGI/AAAAAAAAAmE/EsXE9uX_yIg/s400/hali9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290086602387920994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Capung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWosaawh8cI/AAAAAAAAAmM/2oevJxumzjA/s1600-h/hali21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWosaawh8cI/AAAAAAAAAmM/2oevJxumzjA/s400/hali21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290089544671162818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Laba-laba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Di antara pepohonan raksasa di Cikaniki pun, serangga dan laba-laba seolah bermain petak umpet. Menenggelamkan kemilau tubuhnya di balik bayangan urat daun lebar, melompat-lompat diantara pucuk tunas yang tersembunyi dari tatapan manusia. Atau menenun dengan tenang tanpa henti. Perlu kerja keras hanya untuk mengabadikannya. Atau tiba-tiba saja ia melintas di atas alis mata kita tanpa sempat lagi kita sadari. Mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-1179164802098345804?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/01/serangga-serangga.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWopRzOo4fI/AAAAAAAAAl8/X9oD-6i5l94/s72-c/hali30.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-2738524070713837373</guid><pubDate>Fri, 09 Jan 2009 02:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-03T21:13:28.033+07:00</atom:updated><title>“Kontes Desain Poster RhinoCare 2008”</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhQdUe6jdI/AAAAAAAAApg/Iu8-xnbUtK0/s1600-h/fotoj.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhQdUe6jdI/AAAAAAAAApg/Iu8-xnbUtK0/s400/fotoj.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298573426246192594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWa6bX55NcI/AAAAAAAAAls/s21KFAjj3Lc/s1600-h/Desain+lomba+poster.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 313px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWa6bX55NcI/AAAAAAAAAls/s21KFAjj3Lc/s400/Desain+lomba+poster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289119791829300674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dianggap telat karena memang buru-buru, desain poster badak ternyata masuk 10 besar. Lumayan untuk poster yang dibuat dalam sehari. Semoga tahun depan lebih bagus lagi. Coba lihat fotonya yang mencong-mencong.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Catatan: Juaranya memang benar-benar bagus gambarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara Kontes Desain  Poster RhinoCare 2008 adalah:&lt;br /&gt;Juara pertama, atas nama NG Willy Harison (Bandung)&lt;br /&gt;Juara kedua, atas nama Ronald Gumulya (Jakarta)&lt;br /&gt;Juara ketiga, atas nama Daud Budi Nugraha (Bandung)&lt;br /&gt;Juara harapan, atas nama Yolly Rizky Afrianto (Jakarta)&lt;br /&gt;Juara favorit, atas nama Arya Dhamma Nirvana  (Depok) &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5 Kontestan nominasi, atas nama; G. Marsheila (Bogor), Alfian Candra A (Surabaya), Rangga Diyarto (Depok), Ahmad Afiandi dkk (Yogyakarta), dan Koen Setyawan (Bogor).&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penghargaan khusus akan diberikan kepada peserta termuda yakni; Jessica Christina (12 Tahun) dan peserta paling senior, H. Sambas (70 tahun)  sehingga total pemenang menjadi 12 orang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Pemenang sepuluh karya terbaik meraih kesempatan berkunjung ke rumah Badak di TN. Ujung Kulon dan/atau TN. Way Kambas serta hadiah menarik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.wwf.or.id/"&gt;WWF Indonesia&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-2738524070713837373?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/01/kontes-desain-poster-rhinocare-2008.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SYhQdUe6jdI/AAAAAAAAApg/Iu8-xnbUtK0/s72-c/fotoj.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-2670117276462821392</guid><pubDate>Wed, 07 Jan 2009 13:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-07T21:51:50.323+07:00</atom:updated><title>Keberuntungan di Halimun</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;“Kita sangat beruntung,” ujar Mas Hartanto gembira. Bagaimana tidak, dalam waktu 2 hari 1 malam, kami sudah menjumpai berbagai satwa langka yang jarang ditemukan di Taman Nasional Gunung Halimun. Owa jawa, elang, surili, dan berbagai jenis burung dan serangga kami jumpai. Padahal nyaris tak ada rencana mengunjungi taman nasional ini. Ajakan Mas Hartanto yang tiba-tiba&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyulut keinginan lama untuk berkunjung ke Taman Nasional Gunung Halimun. Maklum meskipun sudah sering mendengar namanya, tak sekalipun sempat mengunjunginya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS4o_Fsj2I/AAAAAAAAAk8/56o5v4Nvx6I/s1600-h/hali3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS4o_Fsj2I/AAAAAAAAAk8/56o5v4Nvx6I/s400/hali3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288554876709408610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Stasiun penelitian Cikaniki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bersama keluarga Mas Hartanto (Mbak Desi, Alta dan Qila) dan Falla, kami memulai perjalanan dari &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bogor&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;. Perjalanan lancar meskipun kami dikagetkan dengan &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;medan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; jalan yang berbatu sebelum sampai di depan gerbang taman nasional. Menginap di Stasiun (tulisannya station) Penelitian Cikaniki yang asri, membuat kami tak sabar segera memulai petualangan. Perjalanan pertama adalah menyusuri canopy trail yang berakhir tepat di bawah jembatan canopy. Jembatan gantung setinggi 20 hingga 25 meter dari permukaan tanah itu dibangun di atas pepohonan menjulang yang kuat. Canopy bridge menyajikan pemandangan mengagumkan, hutan dari ketinggian. Sayangnya mekipun namanya canopy bridge, ketinggian jembatan tak benar-benar mencapai canopy. Pucuk-pucuk pepohonan masih nun jauh di atas kepala. Tapi tak ayal, pengalaman di atas pepohonan cukup mengasyikkan. Apalagi jembatan itu melintasi sungai kecil yang asri. Bunga-bunga dan tumbuhan epifit menyembul dari ketiak pohon, pemandangan yang tak mungkin disaksikan jika kita berjalan di bawahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS2fkF68hI/AAAAAAAAAkk/_FqyfmH1QpI/s1600-h/hali4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS2fkF68hI/AAAAAAAAAkk/_FqyfmH1QpI/s400/hali4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288552515820515858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS3LOCnmCI/AAAAAAAAAks/2LaHHoSdN-0/s1600-h/hali5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS3LOCnmCI/AAAAAAAAAks/2LaHHoSdN-0/s400/hali5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288553265815328802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS3-YM8jGI/AAAAAAAAAk0/eTQaGontB-4/s1600-h/hali6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS3-YM8jGI/AAAAAAAAAk0/eTQaGontB-4/s400/hali6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288554144716328034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Canopy bridge&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Olah Raga Dorong Mobil di Citalahap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Siangnya, kami bermobil ke kebun Teh Nirmala Sari. Perkebunan teh itu berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Halimun. Cuaca cerah tanpa halimun, dan tujuan kami adalah berburu elang. Kalau beruntung elang jawa. Sayang tak satupun elang yang nongol. Belakangan kami sadar bahwa elang harusnya dicari di sisi hutan, bukan di langit di atas perkebunan yang terbuka. Jangan khawatir, masih ada kejutan yang mengasyikkan menanti kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS7oPMZGiI/AAAAAAAAAlc/8ltCWMvm12Q/s1600-h/hali25.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS7oPMZGiI/AAAAAAAAAlc/8ltCWMvm12Q/s400/hali25.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288558162387474978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWSxUgFT0zI/AAAAAAAAAj4/dOSxWiCScB0/s1600-h/hali17.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWSxUgFT0zI/AAAAAAAAAj4/dOSxWiCScB0/s400/hali17.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288546828207510322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Kebun teh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dengan mobil kami singgah di Citalahap. Kabarnya di sini ada home stay milik penduduk dan guest house. Di ujung pertigaan yang mencurigakan, kami sempat ragu-ragu memilih arah. Arah ke Citalahap berwujud jalan tanah tanpa batu. Kami memutuskan menuruni jalan menyusuri jalanan tanah. Pilihan yang salah. Benar-benar salah. Jalan itu menurun dan berakhir di ujung jalan setapak yang sempit. Di kejauhan, atap-atap rumah penduduk berjajar di depan hamparan sawah. Di seberang &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;, camping ground berada. Dan katanya guest house tak jauh dari situ. Puas menikmati pemandangan, kami dihadapkan masalah baru: mobil kami tak bisa mendaki jalan tanah itu. Sebagian batu-batunya tak dipasang pada tempatnya. Mobil pun tergelincir ke tepian jalan, nyaris masuk jurang ketika dipaksa mendaki.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dorongan keras dari belakang tak membuat mobil beringsut. Tak ada pilihan, kami meminta bantuan penduduk desa. Uniknya sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak. “Laki-laki kami pada bekerja semua,” ungkap seorang ibu memberi alasan. Untungnya kekuatan “emansipasi wanita” ini mengangkat mobil kami ke jalan besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;“Jamur bercahaya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sajian unik lainnya, berlangsung pada malam hari. Dengan senter di tangan, Pak Apun, pemandu taman nasional, memandu kami menyusuri canopy trail di gelapnya malam. Bukan ke canopy bridge yang memang tertutup pada malam hari, melainkan menyaksikan “jamur bersinar”. Tanpa sorotan lampu, jamur-jamur itu memang bersinar redup, berpendar hijau seperti kunang-kunang. Jamurnya sendiri sangat kecil, tumbuh di ujung-ujung potongan ranting yang jatuh di lantai hutan. Beberapa jamur tumbuh di atas akar lapuk di sela-sela lumut tebal, menjadikan mereka seperti kumpulan bintang mini. “Jamur ini banyak tumbuh di sini. Mungkin hanya tumbuh di sini,” jelas Pak Apun. “Pernah ada yang mencoba membawanya pulang dan menumbuhkannya di rumah, tapi gagal,” lanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWSxpji-_GI/AAAAAAAAAkA/CJtzfEj5aew/s1600-h/hali10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWSxpji-_GI/AAAAAAAAAkA/CJtzfEj5aew/s400/hali10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288547189914532962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Jamur berfluorescen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Esoknya sajian utama menunggu. Ditemani Pak Apun yang fasih menerangkan segala hal tentang hutan, kami berangkat mencari owa jawa. Jenis gibbon langka ini hanya hidup di beberapa taman nasional di Jawa Barat. Penyebarannya tak pernah jauh. Bahkan bagi orang di luar jawa barat, kera ini nyari seperti makluk asing. Maklum, para sepupunya kebanyakan tinggal di Pulau-pulau seperti Sumatera dan &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kalimantan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;. Hanya secuail ujung Jawa yang ditempatinya. Itu pun tak senyaman dulu lagi. Gunung Halimun adalah salah satu tempat pengungsian terakhirnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Berjalan menyusuri jalan babi di hutan basah Gunung Halimun, menyajikan sensasi tersendiri. Bunga-bunga mengintip dari balik akar. Pepohonan rotan meliuk dengan indahnya, terlindung dengan aman di balik duri-durinya yang gondrong. Sesekali pak Apun menghentikan langkahnya, berceloteh tentang berbagai tanaman unik yang tak akan kami temukan jika ia tak menunjukkannya. Di kelokan jalan sempit itu tersengar suara yang kami tunggu-tunggu. Suara pekikan owa!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS5a5eMbdI/AAAAAAAAAlE/4squMuaiaXQ/s1600-h/hali7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS5a5eMbdI/AAAAAAAAAlE/4squMuaiaXQ/s400/hali7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288555734195006930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWSyKjx1tlI/AAAAAAAAAkI/72bS7UWiFxA/s1600-h/hali15.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWSyKjx1tlI/AAAAAAAAAkI/72bS7UWiFxA/s400/hali15.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288547756912522834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Jamur&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pak Apun menunjukkan jari telunjuknya ke atas pepohonan di atas kepalanya. Dan pemandangan cantik terhampar di depan mata kami. Seekor owa muda, bergelantungan di cabang-cabang pepohonan, memamerkan keahlian akrobatnya yang menjadikannya primata tercepat di &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Asia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;. Lengannya yang panjang terayun gemulai. Sang oknum kerapun tanpa malu-malu beraksi, menyambut kilatan blitz kamera dengan senang hati. Suara-suara kaumnya yang lain pun terdengar. Seekor induk owa dan anaknya melintas di kejauhan. Sambil memekik, ia menyambut kami….dengan gemericik air kencingnya! Ini pertunjukkan paling spektakuler hari ini. Tapi Pak Apun tak mau kami menunggu terlalu lama untuk melangkah ke pertunjukkan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS64oD4mYI/AAAAAAAAAlU/mRev5mR1X3k/s1600-h/hali23.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS64oD4mYI/AAAAAAAAAlU/mRev5mR1X3k/s400/hali23.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288557344428956034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS0ZuVNFMI/AAAAAAAAAkU/mSE91N-Hkrg/s1600-h/hali19.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 368px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS0ZuVNFMI/AAAAAAAAAkU/mSE91N-Hkrg/s400/hali19.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288550216466502850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS1Pno2H7I/AAAAAAAAAkc/72Hbgkbou2k/s1600-h/hali18.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS1Pno2H7I/AAAAAAAAAkc/72Hbgkbou2k/s400/hali18.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288551142382772146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Owa jawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jalan memutari hutan itu membawa kami menyeberangi sungai kecil yang berair deras. Tiba-tiba kami menemukan diri kami di belakang hamparan persawahan dan lapangan cukup luas. Camping Ground menyambut kami. Dengan sedikit jalan kaki melewati guest house, sampailah kami di jalanan tempat mobil kami mengalami musibah sehari sebelumnya. Bahkan beberapa ibu yang membantu mendorong mobil, masih sempat kami jumpai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sumpah ini Elang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS8zprnQGI/AAAAAAAAAlk/HqhDI0h5Nnk/s1600-h/hali31.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS8zprnQGI/AAAAAAAAAlk/HqhDI0h5Nnk/s400/hali31.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288559457987936354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS6In6zc4I/AAAAAAAAAlM/yUwkf60AH1c/s1600-h/hali13.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS6In6zc4I/AAAAAAAAAlM/yUwkf60AH1c/s400/hali13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288556519757149058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sungai kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kali ini tak ada acara seru mendorong mobil lagi, jadi kami mendaki bukit dan menyusuri perkebunan teh. Matahari bersinar terik dan kami melintasi bukit di sisi hutan. Mata Pak Apun yang tajam menangkap elang di kejauhan. Dengan bantuan teropong, titik hitam di kejauhan pun segera menjelma menjadi sesosok burung bersayap lebar. “Elang,” ujar Pak Apun singkat. Tetapi tentu saja kami tak bisa mengetahui dari spesies apa. Dari kejauhan semua elang tampak sama. Bahkan jika Pak Apun bisa mengenalinya, itu tak berarti apa-apa bagi kami. Tiba-tiba Mbak Desi melihat seekor elang ular yang hinggap di atas pepohonan gundul di depan kami. Meski pun jaraknya cukup jauh, sosoknya yang tegap nampak menyolok. Elang ular itu (karena makanan utamanya memang ular), menatap kami dengan pongah seperti mengejek kamera kami yang sia-sia saja memelototinya. Maklum perbesaran kamera digital yang cuma paling banter 4 x optical zoom itu memang tak mungkin menangkap dengan detil lekuk-lekuk tubuhnya yang berbulu. Dengan acuh, sang elang terbang meninggalkan pohon tempatnya bertengger dan hilang di kerimbunan dedaunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Masih ada elang-elang lainnya yang terbang berputar-putar di awan. Kamera kami pun kembali dikecewakan. Di kamera Mas Hartanto yang 10 megapixel pun, sang elang hanya nampak seperti titik hitam di gumpalan awan raksasa. “Orang pasti tak percaya ini foto elang,” kata Mas Hartanto. “Kayaknya kita perlu kerja keras untuk meyakinkannya. Sumpah ini elang,” selorohnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ucapan Selamat Tinggal Surili&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bahkan di penginapan pun, mata kami dimanja oleh kehadiran burung-burung elok yang menyambangi penginapan. Dua ekor jalak hitam, menggoda dari balik pagar dan hilang di bawah tangga. Seekor raja udang meninting menangkap ikan di kolam di belakang penginapan. Sayang kami harus kembali. Dengan petunjuk petugas taman nasional, kami memutuskan tidak mengambil rute awal, melainkan mengambil jalan ke arah Leuwiliang, &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bogor&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;, melewati perkebunan teh hingga Kecamatan Nanggung. Menjelang sore kami masih berkutat di jalan berbatu yang lengang yang membelah perkebunan. Tiba-tiba di sisi jalan, seekor monyet besar tiba-tiba menjerit kaget. “Surili!” teriakku. Buru-buru Mas Hartanto menghentikan mobilnya dan menarik kameranya. Sang surili yang ketakutan, segera memanjat pohon di tepi jalan dan hilang di balik dedaunan. Tapi beberapa ekor surili lainnya masih menyisakan keberanian untuk menengok kami sebelum memutuskan kabur. Beberapa jepretan kamera dan obyek kami pun hilang di telan hutan. Tak apa-apa. Itu kejutan lain karena sehari sebelumnya seorang petugas taman nasional menceritakan binatang serupa mengunjungi penginapan saat kami pergi ke perkebunan. Ini bonus lainnya. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Mungkin semacam ucapan selamat tinggal dari para Surili. Mereka tahu, suatu saat kami pasti kembali! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-2670117276462821392?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/01/kita-sangat-beruntung-ujar-mas-hartanto.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SWS4o_Fsj2I/AAAAAAAAAk8/56o5v4Nvx6I/s72-c/hali3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-4410525409941719876</guid><pubDate>Fri, 02 Jan 2009 13:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-06T07:53:31.758+07:00</atom:updated><title>Yang tertinggal</title><description>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;2008 telah meninggalkan kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bau kebencian dan kecurigaan menguar dari balik-balik pagar, menerobos setiap saluran udara dan mengalir kencang tanpa batas menyerang mendera indera. Kemarahan dan kegeraman dikumandangkan di mana-mana, televisi, &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; kabar, bulettin hingga ke rumah ibadah sekali pun. Wajah-wajah penuh murka menghantui, memenuhi setiap ruang kosong, menguapkan udara kedamaian, merenggangkan setiap keakraban, meniupkan rasa dengki dan benci ke sela-sela pori-pori. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tak ada lagi kotbah yang menenangkan. Yang jauh kini lebih penting daripada yang dekat. Kambing hitam kini dicari-cari untuk membayar kelemahan diri sendiri. Bahkan pembuka kata pun dipenuhi caci maki, penghambaan pada masa lalu yang semu, dan suara menggelegar yang mengancam. Emosi tak segan lagi disorongkan ke depan, berubah menjadi panglima, mengalahkan nurani, mematikan hati, menutup ruang interpretasi, membungkam logika. Nilai kebenaran dirompak dan dimonopoli, meminggirkan setiap pribadi keluar arena. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tidak adakah lagi tempat tenteram menyejukkan kalbu? Tak adakah sapaan penuh akrab dari karib yang berbeda sekalipun? Tak adakah lagi wajah penuh senyum yang mententeramkan? Tak ada lagikah uluran tangan yang menguatkan? Tak terdengar lagikah ucapan tulus yang mengembangkan hati. Mengapa perbedaan menjadi begitu mengerikan? Inikah wajah asli kami?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Selamat tahun baru 2009…. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-4410525409941719876?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2009/01/yang-tertinggal.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-2066990963356690535</guid><pubDate>Tue, 30 Dec 2008 02:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-31T14:06:42.279+07:00</atom:updated><title>Adu aksi Slam Dunk vs Action Motor</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Penonton telah memenuhi kursi di Hall Ramashinta, Dunia Fantasi, &lt;a href="http://ancolevent.wordpress.com/"&gt;Taman Impian Jaya Ancol&lt;/a&gt;. Tiba-tiba lampu padam. Hanya lampu sorot temaram yang menerangi panggung. Dari sisi panggung muncul dua cowok berjaket menyapa pengunjung. Dengan iringan musik menghentak, beberapa penari cantik muncul dan mulai bergoyang rancak di atas panggung. Kemunculan para penari lincah ini diikuti oleh beberapa pemain basket jangkung dari balik panggung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmIHVFFMDI/AAAAAAAAAjI/jkJyNMq-vkc/s1600-h/IMG_6747.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmIHVFFMDI/AAAAAAAAAjI/jkJyNMq-vkc/s400/IMG_6747.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285405297194905650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:78%;"  &gt;Hall dipenuhi pengunjung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmNdF5l8BI/AAAAAAAAAjw/kLETkm2P_Ws/s1600-h/IMG_6767.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmNdF5l8BI/AAAAAAAAAjw/kLETkm2P_Ws/s400/IMG_6767.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285411168635449362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Derap tari dan lagu mengawali acara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Berbalut seragam kuning terang, para pebasket dari negeri kanguru, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Australia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;, ini mulai mengikuti irama lagu sejenak, sambil mengayunkan tangannya menyapa penonton. Pertunjukan pun dimulai. Dengan bantuan dua buah trampoline di depan ring basket, para pebasket bergantian menunjukkan keahliannya berjumpalitan dan berakrobat sambil melakukan slam dunk. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; kalanya seorang pemain berdiri di atas ring dan mengumpan pemain lainnya yang terbang menjemput bola. Pemain di belakangnya menerima pantulan bola dan sambil memutar tubuhnya, memasukkan bola ke dalam keranjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmJRT7ODOI/AAAAAAAAAjY/h0WO6azf9bk/s1600-h/terbang5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 314px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmJRT7ODOI/AAAAAAAAAjY/h0WO6azf9bk/s400/terbang5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285406568195427554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Motor meliuk di atas panggung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tak lama berselang, dua suara mesin kendaraan bermotor memekakkan telinga. Dua penunggang sepeda motor memasuki arena. Dengan tingkah lucu mereka mengusir pemain-pemain basket keluar panggung. Sesi kedua pertunjukkan pun dimulai. Mereka berputar-putar di depan panggung sambil memamerkan keahliannya menaiki tong-tong yang ditata di bawah panggung, naik turun tangga dan mengangkat ban belakangnya. Tanpa turun dari kendaraannya, dua pengendara sepeda motor dari &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Slovenia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; itu bergantian naik ke atas panggung. Bahkan mereka juga naik ke belakang panggung yang tinggi. sambil memantul-mantulkan ban motor, mereka memacu motornya meniti anak tangga dan melakukan lompatan tinggi ke atas balok-balok besar penyusun panggung.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmNTHFHgtI/AAAAAAAAAjo/NWRprDUeDGo/s1600-h/terbang2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmNTHFHgtI/AAAAAAAAAjo/NWRprDUeDGo/s400/terbang2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285410997153530578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmJchaesdI/AAAAAAAAAjg/0rtFxdLtx3M/s1600-h/terbang4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 362px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmJchaesdI/AAAAAAAAAjg/0rtFxdLtx3M/s400/terbang4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285406760794763730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmH5jYmYVI/AAAAAAAAAjA/-msOiuquED0/s1600-h/terbang6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmH5jYmYVI/AAAAAAAAAjA/-msOiuquED0/s400/terbang6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285405060516700498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:78%;"  &gt;Aksi-aksi panggung para pebasket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pemain-pemain basket kembali beraksi ke atas panggung. Setelah sempat menarik keluar dua pengendara sepeda motor, mereka mengajak rombongan penonton berdiri di depan ring. Dengan bantuan pantulan trampoline, para pemain basket bergantian melompati kepala para penonton yang berjejal di depan ring sambil memasukkan bola ke dalam keranjang. Ring bergetar, dan sambutan gemuruh terdengar. Selama 30 menit, para pemain membuat penonton berdecak kagum kendati ada beberapa aksi yang kurang berhasil. Namun, tak bosan-bosannya para penghibur profesional itu mengulanginya hingga berhasil. Aksi-aksi itu juga diselingi joke-joke segar. Misalnya, ketika seorang pemain basket gagal memasukkan bola, ia dihukum push up oleh rekan-rekannya. Atau adegan saat para pebasket mengerjai salah satu penonton. Penonton yang ditutup matanya ini diminta memegang bola basket tinggi-tinggi. diam-diam para pebasket meninggalkan arena. Yang muncul justru para pengendara motor. Kontan sang sukarelawan pun pontang panting dikejar motor. Kontak, adegan kocak ini mengundang gelak tawa penonotn lainnya. Permainan ditutup dengan aksi gabungan sepeda motor dan para pemain basket.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmI9LABGlI/AAAAAAAAAjQ/pCe1pP848_I/s1600-h/IMG_6828.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmI9LABGlI/AAAAAAAAAjQ/pCe1pP848_I/s400/IMG_6828.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285406222202247762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:78%;"  &gt;Akhir pertunjukkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Itulah sekelumit aksi panggung Slam Dunk vs  Motor Action dari Slovenia dan Australia. Acara yang digelar untuk menyambut Tahun Baru 2009 ini berlangsung mulai tanggal 20 Desember 2008 hingga 4 Januari 2009 di Hall Ramashinta, Dunia Fantasi. Acara yang didukung BNI ini setiap harinya menampilkan 3 kali jam pertunjukkan: jam 14.00, 16.00 dan 18.00. Dengan hanya membeli karcis Dufan, anda bisa langsung menyaksikan acaranya. Jadi, tunggu apa lagi...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Silakan intip juga di:&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://lisaontheblog.wordpress.com/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://hartanto.wordpress.com/2008/12/30/memang-bukan-nba/" target="_blank"&gt;http://hartanto.wordpress.com/2008/12/30/memang-bukan-nba/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://koensetyawan.blogspot.com/2008/12/adu-aksi-slam-dunk-vs-action-motor.html" target="_blank"&gt;http://koensetyawan.blogspot.com/2008/12/adu-aksi-slam-dunk-vs-action-motor.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://defidi.wordpress.com/2008/12/31/terima-kasih-management-ancol-atas-undangannya/" target="_blank"&gt;http://defidi.wordpress.com/2008/12/31/terima-kasih-management-ancol-atas-undangannya/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://altair.wordpress.com/2008/12/31/menonton-slam-dunk-vs-motor-action-di-ancol/" target="_blank"&gt;http://altair.wordpress.com/2008/12/31/menonton-slam-dunk-vs-motor-action-di-ancol/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://aquila.wordpress.com/2008/12/31/bertamasya-ke-ancol/" target="_blank"&gt;http://aquila.wordpress.com/2008/12/31/bertamasya-ke-ancol/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lisaontheblog.wordpress.com/2008/12/31/hunting-motor-nge-dunk/" target="_blank"&gt;http://lisaontheblog.wordpress.com/2008/12/31/hunting-motor-nge-dunk/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/lisanisfi/tags/slamdunk/" target="_blank"&gt;http://www.flickr.com/photos/lisanisfi/tags/slamdunk/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/achfall/SlamDunk#" target="_blank"&gt;http://picasaweb.google.com/achfall/SlamDunk#&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/29739017@N07/" target="_blank"&gt;http://www.flickr.com/photos/29739017@N07/&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-2066990963356690535?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2008/12/adu-aksi-slam-dunk-vs-action-motor.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVmIHVFFMDI/AAAAAAAAAjI/jkJyNMq-vkc/s72-c/IMG_6747.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-3080416989402489420</guid><pubDate>Mon, 29 Dec 2008 15:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-30T11:29:19.344+07:00</atom:updated><title>Kisah Ksatria Kegelapan</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj42m2yo1I/AAAAAAAAAi4/kRnuA4_NOUk/s1600-h/MV5BNjc4Njk0NzQxNF5BMl5BanBnXkFtZTcwMjkyNjY3MQ%40%40._V1._SX518_SY400_.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 309px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj42m2yo1I/AAAAAAAAAi4/kRnuA4_NOUk/s400/MV5BNjc4Njk0NzQxNF5BMl5BanBnXkFtZTcwMjkyNjY3MQ%40%40._V1._SX518_SY400_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285247779746259794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Almarhum Heath Ledger sebagai The Joker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Batman datang lagi. Kali ini dengan kisah yang lebih gelap. Christopher Nolan melanjutkan kesuksesan seri pertamanya, Batman begins, dengan mempertemukan sang ksatria kegelapan dengan musuh bebuyutannya yang paling mematikan, The Joker. Christopher Nolan masih menghadirkan sederet bintang di film pertamanya. Christian Bale, gary Oldman, Morgan Freeman, Michael Caine setia pada tokoh utama. Sementara Mrs. Tom Cruise (Kate Holmes) yang memerankan Rachel Dowse digantikan Maggy Gyllenhaal. Sebagai Jaksa wilayah baru, Nolan menghadirkan Aaron Eckard (The Core, Ellen Bronchovitch) sebagai Harvey Dent alias Two Face. Sebagai The Joker, Nolan memilih  Nominator Academy Award, Heath Ledger (Knight's Tale, Brother Grimm, Brokeback  Mountain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Joker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bale, Oldman, Gyllenhaal dan Eckard bermain menawan. Tetapi yang paling cemerlang adalah permainan Heath Ledger sebagai The Joker. Berbeda dengan Joker a la Jack Nicholson di Batman Origin, Joker a la Ledger lebih menakutkan.  Serengai  menakutkan,  punggung yang membungkuk menampilkan kesan seperti seekor hyena.  Belum lagi tatapan yang menusuk tajam dan  gaya bicaranya yang khas.  Ia  sesekali menjilat sudut-sudut  mulutnya  seperti harimau yang meneteskan air  liur saat melihat mangsanya. &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj1PURGUBI/AAAAAAAAAiA/d_72ZeLwmdU/s1600-h/2008_the_dark_knight_043.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj1PURGUBI/AAAAAAAAAiA/d_72ZeLwmdU/s400/2008_the_dark_knight_043.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285243806206545938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Batman meratapi kematian Rachel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Dandanan Joker kali ini juga berbalik seratus delapan puluh derajad dengan versi komiknya. Di versi komiknya, The Joker selalu tampil dandy dengan stelan jas warna ungu dan topi lebar serta riasan muka menor. Joker versi The Dark Knight menanggalkan itu semua. Memang masih ada jas ungu dan rambut hijau. Tapi make up di wajah Joker nampak asal-asalan. Ia memakai pemoles bibir berwarna merah darah untuk menutupi bibir dan codet di sisi kanan dan kiri mulutnya. Wajahnya menjadi sangat menyeramkan dan dingin. Sebagai tambahan, ia mempersenjatai dirinya dengan pisau lipat. "Kematian dengan senjata api terlalu cepat," kilahnya.&lt;br /&gt;Joker digambarkan sebagai maniak jenius yang hanya menginginkan kekacauan. Batman pun sempat terkecoh dibuatnya. "Kriminal itu tak rumit, Alfred. Mereka hanya menginginkan uang," katanya pada Alfred Pennyword, pembantu setianya. "Tidak untuk yang ini. Orang ini hanya ingin membuat kekacauan. Ia sama sekali tak membutuhkan uang dan empati," sambut Alfred mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj3P-c1oBI/AAAAAAAAAio/Ogz7s-ciKRc/s1600-h/MV5BMTY3NzAzNjk0M15BMl5BanBnXkFtZTYwNDAyNzc4._V1._SX267_SY400_.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 267px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj3P-c1oBI/AAAAAAAAAio/Ogz7s-ciKRc/s400/MV5BMTY3NzAzNjk0M15BMl5BanBnXkFtZTYwNDAyNzc4._V1._SX267_SY400_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285246016553328658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj2OQuFUnI/AAAAAAAAAiQ/WCH2yE_aIvo/s1600-h/2008_the_dark_knight_040.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj2OQuFUnI/AAAAAAAAAiQ/WCH2yE_aIvo/s400/2008_the_dark_knight_040.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285244887586132594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;The Joker menantang Batman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ogah pakai CGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ledger tampil dengan gesture yang meyakinkan sebagai Joker, sang psikopat.  Belum lagi adegan  pertarungan, perampokan dan  tembak-tembakan  yang nyaris memenuhi seluruh  adegan. Film ini begitu mencekam karena satu persatu tokoh-tokoh yang dekat dengan Bruce Wayne, dibantai oleh Joker. Belum lagi proses peralihan Harvey Dent dari Ksatria putih menjadi pembunuh berantai setengah cacat, Two Face. Nolan bersaudara (Jonathan dan Christ) dan David Goyer, meramu ceritanya dengan membuat Dent kecewa dan beralih memburu Inspektur Gordon dan Batman. kalau di Batman Begins, tim ini mengambil inspirasi dari Batman: Year One (Frank Miller), kali ini mereka mengambil inspirasi The Long Heloween (Jepp Loeb). Di filmnya, Nolan dan Goyer membuat Joker sangat misterius, tanpa asal-usul yang jelas. Ia tampil seperti hantu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj16Y1sKFI/AAAAAAAAAiI/TeDJELfUPko/s1600-h/2008_the_dark_knight_038.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj16Y1sKFI/AAAAAAAAAiI/TeDJELfUPko/s400/2008_the_dark_knight_038.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285244546168137810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Batman mengintrograsi Joker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Jalinan cerita yang rumit dan dewasa memang menjadi daya tarik Batman versi baru. Batman digambarkan bukan hanya sebagai ksatria yang dihantui kematian orang tuanya, tetapi juga dibingungkan untuk menguasai dua kepribadiannya sekaligus. Ia bisa menjadi manusia yang perasa dan pembela kebenaran, tapi dengan serta merta menjadi petarung yang dingin. Bale membuat Batman yang lebih kelam. "Ada iblis di dalam diriku," katanya. Maka Batman tampil seperti orang yang sama sekali berbeda dengan Bruce Wayne. Bale menambahkan efek suara yang berbeda untuk menekankan sisi alter egonya. Kendati sempat diprotes penggemarnya yang terganggu dengan nada suaranya yang menyeramkan, batman kian tampil meyakinkan. Nolan juga membuat Batman semakin misterius dengan kebiasannya menghilang tiba-tiba dan muncul secara tak terduga.&lt;br /&gt;Sisi abu-abulah yang membuat Batman lebih membumi. Apalagi Nolan juga lebih suka adegan-adegannya berlangsung alami. Ia dikenal tak terlalu menyukai CGI (animasi komputer) yang semakin banyak dipakai untuk film-film superhero. Bale nyaris melakoni semua adegan berbahaya sendirian kecuali adegan kebut-kebutan di  jalan raya.  Nolan mengangkat film superhero menjadi  aksi  kriminal yang menegangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kematian Ledger&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Permainan cemerlang Ledger membuat banyak orang percaya, kali ini ia akan mendapatkan Oscar pertamanya. Sayangnya beberapa saat setelah The Dark Knight selesai dibuat, bintang muda Australia ini ditemukan tewas di apartemennya karena keracunan obat-obatan. Demi menghormati kontribusinya, rekan-rekannya mempersembahkan film ini untuk Heat Ledger. Ia meninggal di puncak kariernya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj24JLv19I/AAAAAAAAAig/nKZXseebllM/s1600-h/MV5BMTU1ODQyODE2OF5BMl5BanBnXkFtZTcwNzgyNjY3MQ%40%40._V1._SX500_SY400_.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj24JLv19I/AAAAAAAAAig/nKZXseebllM/s400/MV5BMTU1ODQyODE2OF5BMl5BanBnXkFtZTcwNzgyNjY3MQ%40%40._V1._SX500_SY400_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285245607117576146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Batman "terbang" diantara pencakar langit Hongkong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Usaha keras Ledger tak sia-sia. The Dark Knight dengan cepat menggunguli film-film lainnya tahun ini. Bahkan pendapatnya melambung tinggi, membuat pendapatannya mencapai hampir 1 milyar dollar Amerika Serikat di seluruh dunia sekaligus menempatkannya sebegai film kedua berpendapatan terbesar sepanjang masa setelah Titanic. Saat ini Batman adalah icon superhero paling sukses yang pernah dibuat. Tak heran, Warner Bros gatal membuat Superman (yang dinilai gagal di tangan Bryan Singer) menjadi segelap Batman.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj2gDQrqVI/AAAAAAAAAiY/-8mRclqybLo/s1600-h/2008_the_dark_knight_005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 169px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj2gDQrqVI/AAAAAAAAAiY/-8mRclqybLo/s400/2008_the_dark_knight_005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285245193210800466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Batman dengan motor pecahan Batmobile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Warner Bros pun segera berancang-ancang membuat sekuel ketiganya dengan Nolan. Tapi Christopher Nolan tak mau buru-buru menyanggupinya. Sutradara asal Inggris ini memang dikenal sangat selektif memilih film. Rumor mulai berseliweran. Angelina Jolie, Johny Deep , dan Phillip Seymour Hoffman sering dihubung-hubungkan sebagai calon musuh Batman berikutnya. Tapi belum ada kabar yang pasti dari Nolan. Yang sudah pasti, The Joker tak akan kembali!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto: Warner Bros, The Dark Knight&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-3080416989402489420?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2008/12/kisah-ksatria-kegelapan_29.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SVj42m2yo1I/AAAAAAAAAi4/kRnuA4_NOUk/s72-c/MV5BNjc4Njk0NzQxNF5BMl5BanBnXkFtZTcwMjkyNjY3MQ%40%40._V1._SX518_SY400_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-8765502795148554401</guid><pubDate>Sun, 07 Dec 2008 14:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-07T22:45:43.326+07:00</atom:updated><title>Menjajal Hayeg-hayeg</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di Ranu Kumbolo kami sempat berkenalan dengan dua pemancing lokal: Pak Cip dan Mas Karyo. Keduanya warga Ranu Pani. Dari keduanya kami mendapat informasi tentang jalur lain yang sering dilalui penduduk lokal tetapi jarang dipakai para pendaki. Namanya Gunung Hayeg-hayeg. Gunung atau lebih tepatnya bukit hayeg-hayeg menjanjikan iming-iming serius: jalan pintas. Hanya 2 jam sampai ke Ranu Pani. KononMas Karyo sanggup menempuhnya dalam 1 jam. &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dipandu Pak Cip, akhirnya kami putuskan perjalanan pulang melalui jalur baru, Jalur Hayeg-hayeg. Medannya lebih menanjak, ujar Pak Cip ringan. Ajakan Pak Cip membuat kami bersemangat. Baru saja melewati celah diantara dua bukit, cobaan awal sudah menunggu. Tiba-tiba hujan mengguyur dengan lebatnya. Tak ada ampun karena kami berada di dataran terbuka. Tak ada tempat berteduh. Terpaksa perjalanan dilanjutkan dengan tubuh basah kuyup. Paling tidak kami tak kekurangan air. Kelebihan malah. Perjalanan panjang menyusuri padang rerumputan yang kian menghijau membawa kami ke kaki Hayeg-hayeg. Baru kami sadari memang benar-benar tanjakan tajam. Bukit itu nyaris 45 derajad. Dan kelakdi beberapa bagian malahan nyaris 90 derajad. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pemandangan sangat cantik. Perlahan tapi pasti kami menembus kabut yang menggumpal. Satu tanjakan tajam dan kami melewati Ranu kembang. Namanya saja ranu, tapi tak ada airnya. Konon tempat ini sempat jadi taman milik pejabat kolonial. Kini tak ada taman yang tersisa. Hanya cerukan yang dipenuhi tanaman lebat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Perjalanan semakin menanjak dan menanjak. Cobaan lain datang, longsor di beberapa punggung bukit. Terpaksa kami merayap. Tanah menjadi sangat lunak. Carrier terpaksa diangkat satu demi satu ke atas karang di atas kepala, barulah kami merayap meniti akar-akar tanaman. Pak Cip yang sama sekali tak terlihat kelelahan dengan sigap membantu dengan membuat takikan di tanah untuk pijakan kaki.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menjelang siang halaman pertama terlewatkan, puncak hayeg-hayeg. Sekarang tinggal jalur turun. Jalur itu berkelok-kelok dan dalam mirip parit-parit sempit. Tapi tanahnya kering dan kuat. Menapak jalanan turun, membuat kami sadar, 2 jam adalah waktu biasa bagi penduduk lokal. Bagi pendatang bahkan bisa lebih lama. Maklum, masyarakat lokal memang terbiasa berjalan jauh. Bahkan dengan beban berat. Konon saat pembangunan pos di tepi Ranu Kumbol, bahan-bahan bangunan diangkut melewati jalur ini. Bayangkan, balok-balok kayu, semen dan batu bata diangkat melewati jalur yang kemiringannya nyaris 90 dearajad! Gila. Tapi ada yang lebih gila lagi, beberapa pengunjung yang melakukan upacara adat di puncak Semeru bahkan pernah membawa satu kerbau dan tiga ekor sapi, pulang pergi. Kerbaunya segera menemui ajalnya begitu sampai di kampung. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terbukti kami kalah jauh dengan penduduk lokal. Dua jam berlalu dengan cepat. Menjelang sore, barulah atap-atap rumah menyembul dari balik kabut. Ranu Pani. Perjalanan yang melelahkan tapi mengasyikan. Kelak kami akan kembali melalui jalur ini!&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STvoVinfehI/AAAAAAAAAhQ/OorUBAnQFCM/s400/hayeg5.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277066845162011154" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Celah diantara dua bukit, awal perjalanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STvr7qokTlI/AAAAAAAAAhw/Q5nNJ3_1l7Y/s400/hayeg-hayeg.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277070798683917906" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di dekat Ranu kembang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STvrX5L3VfI/AAAAAAAAAho/Q5okOy_rOAI/s400/hayeg2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277070184114771442" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perbukitan jadas di kejauhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STvpvC7LacI/AAAAAAAAAhg/q9G23AKRGWc/s400/hayeg3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277068382842874306" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kabut di punggung bukit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STvoyGNEUqI/AAAAAAAAAhY/uHuyG7VvhZE/s400/hayeg4.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277067335751193250" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akhirnya sampai di puncak Hayeg-hayeg&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STvnygvRsbI/AAAAAAAAAhI/HNJ07q7g84I/s1600-h/hayeg6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STvnygvRsbI/AAAAAAAAAhI/HNJ07q7g84I/s400/hayeg6.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277066243362369970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lumut di atas ranting&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STvnHu6ZgKI/AAAAAAAAAhA/OomukuByVTg/s1600-h/hayeg7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STvnHu6ZgKI/AAAAAAAAAhA/OomukuByVTg/s400/hayeg7.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277065508432740514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bunga merah menyala&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STvk9LAtVRI/AAAAAAAAAg4/hOiVZgV6qvA/s1600-h/hayeg8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STvk9LAtVRI/AAAAAAAAAg4/hOiVZgV6qvA/s400/hayeg8.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277063127973582098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pakis raksasa di depan selimut kabut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-8765502795148554401?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2008/12/menjajal-hayeg-hayeg.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STvoVinfehI/AAAAAAAAAhQ/OorUBAnQFCM/s72-c/hayeg5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-5519484636509131187</guid><pubDate>Wed, 03 Dec 2008 08:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-03T21:26:55.429+07:00</atom:updated><title>Adventure Kuliner</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Selamat datang di Klub Adventure Kuliner. Acaranya ya makan-makan. Rasanya tak bisa makan enak tanpa koki kita yang satu ini: Elbi Ariendra. Cowok ini memadukan hobi masaknya dengan hobi camping. Jadinya, jalan-jalan ke alam terbuka tetapi dengan perut kenyang dan mak nyus. Terbukti selama 4 hari di Ranu Kumbolo kami (saya dan Yonkie) dimanjakan dengan makanan-makanan enak. Mulai yang modern seperti kentang goreng renyah hingga makanan tradisional: mendol goreng. Bahkan dua pemancing yang kami ajak makan bersama sempat nyeletuk. "Ini lebih enak daripada makanan di rumah makan." Nah! "Mungkin kita harus bikin klub adventure kuliner,"sambut sang juru masak. "nanti lambangnya sendok dan garpu." Siapa mau bergabung? Pokoke mak nyus... &lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STaROa2g3XI/AAAAAAAAAgQ/Ali4Sri-R70/s400/masak.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275563690423278962" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Persiapan memasak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STaStEjms1I/AAAAAAAAAgg/3NfEPU6X3W4/s400/masak2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275565316525962066" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;In action&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STaU7PL06yI/AAAAAAAAAgo/y64hHEFNSb8/s400/masak3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275567758920444706" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masakan istimew: ikan Ranu Kumbolo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STaRprdDk3I/AAAAAAAAAgY/bJQcvCZskeA/s400/masak1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275564158736372594" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Santai sejenak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STaWGhP8rGI/AAAAAAAAAgw/x0RzPVwL-i8/s400/masak4.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275569052259757154" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Santai lagi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-5519484636509131187?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2008/12/adventure-kuliner.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STaROa2g3XI/AAAAAAAAAgQ/Ali4Sri-R70/s72-c/masak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-1688137365244034894</guid><pubDate>Fri, 28 Nov 2008 14:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-28T22:17:23.696+07:00</atom:updated><title>Detil yang sering terlupakan</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Seringkali karena konsetrasi ke puncak gunung, pendaki seolah melupakan detil-detil keindahan alam yang ditemuinya selama perjalanan. Jamur, serangga, bunga, potongan kayu dan fragmen-fragmen alam unik lainnya justru menyembul keluar saat kita mau berhenti sejenak dan dengan telaten menyapukan pandangan pada ruang-ruang di sekitar kita. Kadang kala keindahan baru menampakkan batang hidungnya dengan malu-malu ketika kita bersedia bersusah payah menelisiknya diantara pepohonan, permukaan tanah atau himpitan batu. Tapi balasan yang kita dapatkan seringkali mengejutkan. Itu juga yang kami temui di Ranu Kumbolo.&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STAHbGuEDQI/AAAAAAAAAgA/50J4IW1xMek/s400/jamur.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273723325892529410" /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Jamur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STAGq-O9qhI/AAAAAAAAAf4/AmGBSLyJizI/s400/anggrek.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273722498980882962" /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Anggrek&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STAFwryQ0UI/AAAAAAAAAfw/Xg4R5HNnE8A/s400/batu.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273721497596252482" /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Pantulan batu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STAFPA0k17I/AAAAAAAAAfo/K6daF0WF1RQ/s400/tumbuhan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273720919127545778" /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Pohon kerdil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STAKxaV6EQI/AAAAAAAAAgI/GTZLQM4Y9-0/s400/kayu.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273727007651926274" /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Cabang berlumut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-1688137365244034894?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2008/11/detil-yang-sering-terlupakan.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/STAHbGuEDQI/AAAAAAAAAgA/50J4IW1xMek/s72-c/jamur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-5822896913826943106</guid><pubDate>Wed, 26 Nov 2008 16:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-27T00:26:24.242+07:00</atom:updated><title>Menikmati Keheningan Ranu Kumbolo</title><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Rencananya memang hanya berkemah di Ranu Kumbolo. Apalagi puncak dan Kalimati memang ditutup oleh pengelola taman nasional Bromo Tengger Semeru karena aktivitas Gunung Semeru yang mengkhawatirkan. SelainRanu Kumbolo, di sekitar gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, juga tersebar ranu-ranu yang lain seperti Ranu Pani, Regulo dan Darungan.  &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Waktu empat hari benar-benar kami manfaatkan untuk menikmati keindahan Ranu Kumbolo. Kalau dipikir-pikir jarang sekali orang yang memperhatikan dengan teliri danau tektonik ini. Kebanyakan pengunjung adalah pendaki yang numpang lewat di ranu sebelum meneruskan perjalanan ke puncak. Mungkin hanya beberapa orang luar yang tertarik menikmati keheningan ranu kumbolo, termasuk diantaranya para pemancing lokal yang memang tujuannya mendatangi ranu.&lt;br /&gt;Karena memang tujuannya berkemah di Ranu Kumbolo, maka kami menyiapkan bekal makan sebanayak-banyaknya. Yang terjadi adalah wisata alam sekaligus kuliner karena makanan yang kami masak dan konsumsi memang benar-benar wah. Mie goreng kuah, nasi goreng sosi, kentang goreng, dadar kornet dan berbagai makanan enak lainnya jelas berbeda dengan bekal para pendaki. Pendeknya dapur pindah deh. Selagi masak jadi kepikiran ide membuat komunitas pecinta makanan di alam terbuka. Mau tau motonya? Motonya: makan enak di alam terbuka..he..he..he.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SS2GCmreY1I/AAAAAAAAAfg/8vTTZJazyRE/s400/makan+di+gunung.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273018118021473106" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Makan-makan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata memang kami benar-benar menikmati ketenangan Ranu Kumbolo. Memasak dan makan di alam terbuka memang sungguh nikmat. Waktu yang lain kami gunakan untuk hunting foto. Konsetrasi di tepian ranu membuat kami mempunyai banyak waktu  mengeksplorasi keindahan Ranu Kumbolo. Dua kamera digital yang kami bawa benar-benar kami manfaatkan untuk menangkap keindahan dan keasrian danau dataran tinggi ini. Bahkan kami memotret dari sudut-sudut pandang yang jarang dimanfaatkan orang lain kendati harus rela berbasah-basah dalam air ranu yang sedingin es.  Jadilah hasil pemotretan yang memuaskan.Capek berkeliling ranu, tinggal makan. Enak lagi. Siapa yang nggak mau?&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SS17581e0CI/AAAAAAAAAew/GeLoF9rrHvA/s400/Bromos.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273006974233923618" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sisi lain Gunung Bromo &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SS16WCtP8wI/AAAAAAAAAeg/gWauL3ipPnQ/s400/tanjakan+cinta.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273005257823089410" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tanjakan cinta &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SS167B_2ceI/AAAAAAAAAeo/iN2AXccDheg/s400/pos.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273005893287834082" /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ranu Kumbolo dari arah Tanjakan Cinta. Dua rumah tersebut adalah Pos Pendakian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SS18mQwsLnI/AAAAAAAAAe4/KVgCNkQVZVA/s400/kabuty.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273007735496781426" /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pepohonan di depan kabut yang menggantung di atas danau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SS1-Dq_tnmI/AAAAAAAAAfA/Vn9Yv868axQ/s400/bukit.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273009340266946146" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kabut diantara dua bukit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SS2Cu7W2BfI/AAAAAAAAAfQ/7XsQM_0LUt0/s400/kabuu.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273014481439819250" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kabut di atas bukit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SS2FCwqs1GI/AAAAAAAAAfY/HKWzatNTkoE/s400/bunga.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273017021190952034" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bunga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-5822896913826943106?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2008/11/menikmati-keheningan-ranu-kumbolo.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SS2GCmreY1I/AAAAAAAAAfg/8vTTZJazyRE/s72-c/makan+di+gunung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-2430346902035332918</guid><pubDate>Sun, 23 Nov 2008 09:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-23T16:24:23.835+07:00</atom:updated><title>Adikarya IKAPI 2008</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SSkdOznFFnI/AAAAAAAAAeY/LCMYMMsyoFY/s1600-h/Jojo.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271776979023369842" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 250px; CURSOR: hand; HEIGHT: 248px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SSkdOznFFnI/AAAAAAAAAeY/LCMYMMsyoFY/s400/Jojo.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika sedang menyiapkan perjalanan ke Ranu Kumbolo, dapat kabar gembira dari Mbak Rosi (Gramedia Pustaka Utama). Salah satu buku serial Jojo Kucing menang penghargaan Ikapi. Terima kasih kepada seluruh pembaca dan penerbit Gramedia Pustaka Utama yang telah banyak mendukung saya sehingga buku &lt;strong&gt;Jojo Kucing Tinggal di Mana?&lt;/strong&gt; mendapatkan penghargaan &lt;strong&gt;Adikarya IKAPI&lt;/strong&gt; pemenang kedua untuk kategori Buku Cerita Anak. Ilustratornya yang hebat, Mas Iwan Darmawan juga mendapatkan penghargaan pertama untuk kategori ilustrator buku anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sayangnya tak sempat menghadiri pembukaan Indonesia Book Fair yang sekaligus menjadi puncak acara Adikarya IKAPI. Namun, penghargaan ini menjadi penyemangat untuk berkarya lebih kreatif lagi. Semoga di lain waktu bisa lebih baik lagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Pemenang lengkap penghargaan Adikarya IKAPI adalah sebagai berikut:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Kategori Buku Anak&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Bocah-bocah di Pagar karya Yuli Anita Bezari (Dar! Mizan)&lt;br /&gt;2  Jojo Kucing Tinggal Di Mana? karya Koen Setyawan (Gramedia Pustaka Utama)&lt;br /&gt;3. Jangan Bilang Siapa-siapa karya Clara Ng (Gramedia Pustaka Utama)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Kategori Buku Remaja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. 100 Jam karya Amalia Suryani dan Andryan Suhardi (Gramedia Pustaka Utama)&lt;br /&gt;2. Guruku Culun Sekali karya Galang L. (Femmeline / Grup Syaamil)&lt;br /&gt;3. Love For Show karya Andi Eriawan (Gagas Media)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Ilustrator Buku Anak&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;1. Iwan Darmawan pada Jojo Kucing Pakai Apa? terbitan Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;2. Yudianto Rahardjo pada Apakah Kamu Bangau? terbitan Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;3. Sutarjo pada Dalam Perut Ikan Paus terbitan Remaja Rosdakarya &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-2430346902035332918?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2008/11/adikarya-ikapi-2008.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SSkdOznFFnI/AAAAAAAAAeY/LCMYMMsyoFY/s72-c/Jojo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-4415893060528731402</guid><pubDate>Thu, 06 Nov 2008 14:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-06T21:57:29.995+07:00</atom:updated><title>Transportasi kita</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Bus Krui Putra berjalan terseok-seok meninggalkan Bandung dalam perjalanan panjang ke Liwa, Lampung Barat. Di dalam bus, terdengar suara mendecit-decit seperti ratusan tikus yang terinjak ekornya. Sopir berambut perak dan berikat kepala handuk kecil seolah tak peduli dengan busnya yang reyot. Setiap kali bergerak, bus itu seolah bergoyang-goyang keras kelebihan beban. Maklum, selain puluhan penumpang yang berjubel, di atap bus, berkilo-kilogram barang ditumpuk. Beban berat di atap bus membuat goyangan bus semkin keras, seolah atapnya mau lepas dari body busnya. Empat tiang besi tambahan yang dipasang di dalam bus seolah tak kuasa menahan beban berat di atap bus. Tiang-tiang itu bergoyang-goyang keras. Sebagian sekrupnya sudah hilang. Seorang bapak tua berkali-kali menatap tiang-tiang yang tak berhenti bergerak itu. Seperti berharap tiang-tiang itu tak runtuh menimpa kepalanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penumpang berjubel di dalam bus. Di jalur diantara barisan bangku pun diduduki penumpang yang rela duduk tanpa bersandar selama perjalanan. Asap rokok mengepul di dalam bus. Dan ajaib bin ajaib, nyaris tak ada penumpang yang ramah. Semua acuh dengan keadaan. Mungkin mereka tak punya pilihan lain selain naik bus butut ini. Sebagian besar mulai terlelap dalam tidurnya. Angin yang masuk lewat jendela atas yang dibuka lebar-lebar menjadi satu-satunya pendingin alami dari bus yang panas ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti kebanyakan bus ekonomi lainnya, Bus ini seolah mewakili potret kelam transportasi masal di negeri kita. Masyarakat kelas bawah tak punya pilihan selain menggunakan sistem transportasi yang jauh dari manusiawi. Tak ada gunanya mengeluh. Tak ada gunanya protes. Dengan uang yang terbatas, mereka tak punya pilihan lain. Kalaupun terjadi kecelakaan, tak ada gunanya berteriak resah. Nikmati sajalah perjalanan ini. Toh akhirnya sampai di tujuan. Sudah ratusan kali bus-bus reot itu berseliweran di jalan-jalan kita yang berlobang. Kapan masyarakat kita bisa menikmati transportasi masal yang lebih manusiawi?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-4415893060528731402?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2008/11/transportasi-kita.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-1022769026481565215</guid><pubDate>Mon, 03 Nov 2008 00:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-04T21:50:07.911+07:00</atom:updated><title>Rumah Panggung Liwa</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sempat dua hari pelatihan di Liwa, aku menikmati jalan-jalan di Kota Liwa. Liwa, sebuah kota kecil berhawa sejuk di Lampung Barat memiliki berbagai macam potensi mulai dari perkebunan, sawah membentang, hutan dan budaya. Salah satu budaya yang menarik adalah rumah panggung. Rumah dari kayu itu aslinya didirikan di atas umpak batu. Bagian bawahnya dibiarkan melompong. Seiring dengan perkembangan zaman, terjadi perubahan model rumah tradisional. Meskipun masih banyak dibangun, berbagai modifikasi kini mulai dimunculkan demi alasan harga bahan bangunan, kenyamanan, modernitas atau perubahan fungsi terutama di bagian kolong. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SRBch63H2SI/AAAAAAAAAeQ/0w5NiRV3XZE/s400/liwa9.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264809702202005794" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Bagian bawah dipakai sebagai garasi&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SQ5GKGOp6hI/AAAAAAAAAeI/Z8SlW9ZnHtI/s400/liwa10.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264222153727404562" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagian bawah ditutup dinding kayu dan difungsikan sebagai toko&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SQ5FM6-ozsI/AAAAAAAAAeA/YIgO7sQOKgQ/s400/liwa8.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264221102735412930" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rumah yang gayanya lumayan belum banyak perubahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SQ5EVjsDUMI/AAAAAAAAAd4/aM8XjMRrCrQ/s400/liwa5.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264220151590637762" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagian bawah digunakan sebagai lantai dasar rumah dan berfungsi sebagai tempat tinggal juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SQ5DW0AXkNI/AAAAAAAAAdw/HSEj-rflJKc/s400/liwa4.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264219073639059666" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagian bawah sebagian ditutup dan digunakan sebagai gudang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SQ5Cj3NRBPI/AAAAAAAAAdo/HsR13d1cxgc/s400/liwa3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264218198325134578" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lumayan gayanya masih asli kecuali fondasi tiang rumah yang terbuat dari semen cor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-1022769026481565215?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2008/11/rumah-panggung-liwa.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SRBch63H2SI/AAAAAAAAAeQ/0w5NiRV3XZE/s72-c/liwa9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-3281073074829397854</guid><pubDate>Tue, 28 Oct 2008 09:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-28T16:30:02.681+07:00</atom:updated><title>Mana Yang Terbaik?</title><description>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SQbXrnlKSFI/AAAAAAAAAdg/0UN6-yTiC1g/s1600-h/sampul.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 332px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SQbXrnlKSFI/AAAAAAAAAdg/0UN6-yTiC1g/s400/sampul.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262130358988195922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seri : Mana Yang Terbaik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penulis : Koen Setyawan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ilustrasi : Moch. Isnaneni&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penerbit : Elex Media Komputindo&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ukuran : 18 x 22 cm&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harga : Rp. 17.000,-&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apa jadinya jika seekor ikan hiu putih raksasa bertemu dengan seekor paus pembunuh? Buku ini mencoba membandingkan kehebatan berbagai macam binatang. Seri ini terdiri atas 6 judul buku: Paus Pembunuh vs Hiu Putih, Harimau vs Singa, Gajah vs Badak, Anakonda vs Sanca, Jaguar vs Macan Tutul dan Komodo vs Buaya. Coba tebak, siapa pemenangnya?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-3281073074829397854?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2008/10/mana-yang-terbaik.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SQbXrnlKSFI/AAAAAAAAAdg/0UN6-yTiC1g/s72-c/sampul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31729609.post-7366180573537059679</guid><pubDate>Sun, 26 Oct 2008 07:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-26T14:07:35.941+07:00</atom:updated><title>Jika artis mendukung calon Presiden</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SQQWLbzl_TI/AAAAAAAAAdI/yCAsXRF0WjY/s1600-h/obama_full.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 343px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SQQWLbzl_TI/AAAAAAAAAdI/yCAsXRF0WjY/s400/obama_full.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261354650374110514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SQQV1xO7r5I/AAAAAAAAAdA/-mNk9WBBXmM/s1600-h/village_bush_lg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 307px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SQQV1xO7r5I/AAAAAAAAAdA/-mNk9WBBXmM/s400/village_bush_lg.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261354278168801170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seperti di negeri ini, para artis di Amerika Serikat juga terlibat dalam politik. Bukan sebagai caleg layaknya artis kita, melainkan sebagai pendukung partai politik. Alex Ross, salah satu ilustrator legendaris juga tak kalah ikut menyuarakan aspirasi politiknya lewat coretan kuas. Artis yang banyak menggambar komik dan kover komik untuk DC maupun Marvel ini memang bertalenta tinggi. Silakan tebak, pada partai politik apa ia akan memberikan suaranya!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31729609-7366180573537059679?l=koensetyawan.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://koensetyawan.blogspot.com/2008/10/jika-artis-mendukung-calon-presiden.html</link><author>koensetyawan@yahoo.com (koensetyawan)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WbMfGeTHU6I/SQQWLbzl_TI/AAAAAAAAAdI/yCAsXRF0WjY/s72-c/obama_full.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>